Minggu, 02 Desember 2012

Cara Meningkatkan Kreativitas Seni




Bagaimana Cara Meningkatkan Kreativitas Seni
Semua anak memiliki rasa indah kreativitas. Tapi tidak ada dua Anak yang sama. Ketika diizinkan untuk warna, anak-anak akan datang dengan gambar yang berbeda, yang berbeda skema warna, gaya yang berbeda, dll Satu tidak bisa kontrol ini. Dan itu tidak harus dikontrol, semua jenis kreativitas harus didorong. tempat penitipan anak dapat melakukan hal ini dengan baik ketika mereka telah benar siap untuk jenis apa pun dan semua bermain kreatif dengan membuat tertentu untuk memiliki persediaan banyak bervariasi dan menyenangkan.
Kreativitas sering memanifestasikan dirinya melalui seni dan kerajinan. Banyak tempat penitipan anak memiliki tabel kerajinan atau tabel kegiatan sebagai dasar untuk ini. Salah satu alasan untuk ini adalah bahwa bermain kreatif biasanya membuat berantakan. Dengan menyediakan ruang khusus untuk pengalaman ini berantakan tidak hanya berisi, tetapi membantu anak-anak memahami bahwa kekacauan ini hanya baik-baik saja ketika bermain kreatif. Cara terbaik untuk mempromosikan kreativitas adalah memiliki alat yang tepat. Pastikan untuk memiliki banyak dasar-dasar-kertas, pensil, pena, krayon, dan spidol-apa untuk membantu mereka menggambar. Hal ini baik untuk memiliki kelipatan dari segala sesuatu yang akan sering digunakan. Hal ini akan mencegah argumen serta memberikan cadangan jika seseorang melanggar sesuatu (atau limbah atau reruntuhan itu).
Anda dapat menghabiskan banyak uang pada pasokan seni yang menyenangkan. Cukup berjalan melalui toko apapun dan Anda akan melihat banyak hal yang berbeda yang dapat berubah menjadi persediaan seni oleh staf imajinatif dan anak-anak. Benang, pembersih pipa, lem, glitter, kancing, potongan bahan, pompom, payet, dan banyak lagi. Ada juga mesin menyenangkan dan kit yang dapat dilakukan oleh anak-anak yang lebih tua. Tapi Anda harus berhati-hati bahwa apa pun yang Anda beli tidak akan menjadi bahaya tersedak (atau membuat orang sakit), yang dapat dicapai melalui observasi hati-hati Anda. Tapi jangan berpikir bahwa Anda harus menghabiskan banyak uang untuk mencari pasokan seni yang baik.
Sesuatu yang sederhana seperti karton telur dapat menjadi pemegang besar untuk pasokan sedikit. Sisa dari proyek-proyek dapat menjadi fasilitator yang baik untuk kreativitas. Kertas, kertas terutama berwarna, sangat murah dan dapat semua yang diperlukan untuk waktu yang baik. Glitter murah dan dapat menempatkan kesenangan anak kecil ke overdrive, karena sangat menyenangkan untuk bermain dengan. Jadilah hemat dan merawat perlengkapan Anda dan mereka akan bertahan lebih lama.
Banyak tempat penitipan anak benar-benar melakukan kerajinan yang direncanakan sebagai kegiatan. Melakukan hal ini, dan tentu saja memastikan setiap anak terus sampai dengan kelas, memastikan keberhasilan untuk semua. Setiap anak akan pulang setelah melakukan sesuatu yang mereka banggakan. Namun, ini bisa menjadi pengalaman yang negatif ketika anak ingin melakukan proyek sendiri dan dipaksa untuk menyesuaikan diri. Karena itu, cara terbaik untuk melakukan proyek adalah dengan melakukan proyek dasar dan kemudian memungkinkan setiap anak untuk personalisasi dengan cara mereka sendiri. Contoh ini akan menciptakan es krim tongkat bingkai foto, maka memungkinkan anak-anak untuk menghias sebagai mereka inginkan.

Makalah Sistem Organ



Makalah Sistem Organ
Sistem Organ merupakan bentukkerjasama antar organ untuk melakukan fungsi – fungsi yang lebih kompleks lagi sehingga proses yang berlangsung didalam tubuh suatu organisme dapat berjalan dengan baik sesuai aktivitas hidup organisme yang bersangkutan. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ – organ saling bergantung dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Contoh sistem organ pada hewan dan manusia antara lain sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem gerak, sistem reproduksi dan sebagainya.
Sistem organ merupakan gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu.
Berikut ini berbagai sistem dalam tubuh beserta fungsinya dan organ penyusunnya:
1. Gerak
Fungsi: penyokong, pelindung organ internal, alat gerak.
Penyusun: tulang & otot
2. Sirkulasi
Fungsi: transportasi darah dan cairan limfa
Penyusun: jantung, pembuluh darah, pembuluh limfa, darah.
3. Saraf
Fungsi: koordinasi aktifitas tubuh
Penyusun: otak, 12 pasang saraf kranial, 31 pasang saraf spinal, sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik
4. Kelenjar buntu (endokrin)
Fungsi: menghasilkan hormon untuk mendorong pertumbuhan, perkembangan dan koordinasi aktifitas tubuh.
Penyusun: kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar pituitari dan kelenjar adrenal
5. Respirasi
Fungsi: bernapas (pertukaran udara)
Penyusun: hidung, tenggorokan/trakea, paru-paru
6. Pencernaan
Fungsi: memproses makanan
Penyusun: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus, kelenjar pencernaan
7. Eksresi (ginjal)
Fungsi: pengeluaran sisa-sisa metabolisme, mengatur keseimbangan osmotik darah
Penyusun: ginjal, ureter, kantong kemih, uretra
8. Reproduksi
Fungsi: perkembangbiakan
Penyusun: organ kelamin pada jantan (penis, testis) dan betina (ovarium, uterus)
9. Kulit (integumen)
Fungsi: pelindung tubuh
Penyusun: kulit dan derivatnya.

lakon kerja cahaya rembulan










Lakon Remaja
Cahaya Rembulan
oleh Faizal iqbal cynk cmuanya









DRAMATIC PERSONAL
- Abdullah (Lelaki)
- Fatimah
- Aisyah
- Hasan
- Bi Inah
- Lelaki Berjubah Putih
- Bartender
- Teman bartender
- Sopir
- Petugas rumah sakit


PROLOG

LELAKI ITU DUDUK SENDIRIAN DI SUDUT PUB DENGAN SEBATANG ROKOK YANG TERSELIP DI JEMARINYA. SEBENTAR-SEBENTAR BOLA MATANYA MENGERJAP SERAYA MENGGELENG-GELENGKAN KEPALA, SEOLAH HENDAK MENGENYAHKAN PIKIRAN YANG MEMENUHI ISI KEPALANYA. INGIN IA LARI DARI SEMUA PERSOALAN, MEMBEBASKAN DIRI DARI SEGALA MACAM BEBAN YANG MENDERA. AKAN TETAPI, LELAKI ITU TAK PERNAH BERHASIL.







BABAK I
DI PUB BAR

ABDULLAH (Sambil setengah mabuk) 
Hei … bartender, tambaah lagi birnya!

BARTENDER MENUANGKAN BIR KE GELAS LELAKI ITU

LELAKI (Meneguk bir di gelasnya dengan sempoyongan)
Ka … mu tau, siapa saya he … he?

SAMBIL MENEPUK DADA. BARTENDER HANYA TERSENYUM
LELAKI 
Sa … ya, sa … ya seorang lelaki sukses. Kamu,  kamu tau, perusahaan saya besaaar sekali. Istri saya artis top. Anak-anak saya cantik dan ganteng. Saya punya uang banyak, berlimpah.

BERDIRI SEMPOYONGAN. LELAKI ITU KEMBALI MEYODORKAN GELASNYA YANG SUDAH KOSONG.

BARTENDER (Memegang bahu lelaki)
Tuan sudah mabuk, sepuluh gelas sudah cukup, Tuan.  Sebaiknya Tuan pulang saja.

LELAKI (Menepis tangan bartender)
Pulang …? Mabuk …? Akh, … kau gila. Aku tak mungkin mabuk. Aku ini ….

LELAKI TERJATUH. SI BARTENDER  DAN BEBERAPA PEGAWAI PUB ITU SEGERA MENGGOTONG LELAKI ITU KELUAR.  MEREKA MENCARI SOPIR LELAKI ITU YANG SETIAP MALAM SETIA MENEMANINYA.

BARTENDER
Ini bos Anda, bukan?

MENUNJUK LELAKI YANG DIGOTONG TEMAN-TEMANNYA

SOPIR  (Mengangguk)
Teler lagi, Tuan? (Sambil membukakan pintu mobil, Bartender dan kawan-kawannya meletakkan lelaki itu)

KAWAN BARTENDER   
Gila ya, bos kamu itu, tiap malam tak pernah absen dari teler.  Sudah, bawa pulang sana!

SOPIR                         :    
Terimakasih Tuan-tuan! 

TANCAP GAS DAN PERGI










BABAK II
DI MOBIL (DI JALAN)

LELAKI
Eeh … eeh.  Di mana, aku? (Setengah sadar)

SOPIR 
Bos, kita akan pulang.

LELAKI 
Pulang?.  Ah, kau, Mir!  Memang aku punya rumah tempat aku bisa pulang?  Memang ada yang menunggu aku pulang?  Paling-paling si Inah, istri kamu yang ada.
Mir, sudah, kita muter ke pub aja lagi.

SOPIR (Memegang kepala)
Tuan, itu tidak mungkin.  Saya tidak mau diusir sama pegawai pub.

LELAKI (Memelototkan mata)
Diusir? Hei …, apa salah kamu, Mir?

SOPIR  (bingung) 
Anu, Tuan, maksud saya, saya tidak mau kembali ke pub karena di tempat itu tadi saya lihat banyak polisi.  Saya takut kena razia atau diusir.

LELAKI (Melonggo) 
Oo … oo … oo!  Kukira kau diusir.  Kalau begitu kemana ja deh, Mir!  Pokoknya aku tidak mau pulang.  Rumah besar itu seperti neraka buatku.

SOPIR
Baik, Tuan.

MOBIL YANG DITUMPANGI LELAKI ITU MELAJU MEMBELAH MALAM.  TAK JELAS ARAH YANG MAU DITUJU. AMIR, SANG SOPIR.  MEMBAWA  MOBIL ITU  HANYA  MENGIKUTI SUARA HATINYA SAJA.  JIKA HARUS BERBELOK, MAKA  IA  MEMBELOKKAN  MOBILNYA.  JIKA  HARUS  BERHENTI  IA PUN MENGHENTIKAN MOBILNYA. SEMENTARA, LELAKI ITU TERTIDUR DENGAN LELAPNYA.




BABAK III

SEORANG LELAKI BERPAKAIAN PUTIH (LBP) MEMUTAR-MUTAR BUTIR TASBIH MENDEKATI LELAKI ITU DAN BERBICARA DENGAN SUARA YANG LIRIH.

LBP
Abdullah, bangun! Bangun Abdullah! Bangun!

LELAKI (Terkejut, mundur ke tembok putih) 
Si … si …siapa engkau, wahai lelaki berjubah putih?

LBP
Aku adalah Kamu, Abdullah.  Aku adalah suara hatimu.  Aku adalah nafasmu.  Aku adalah Kamu …

LELAKI
Bohong.  Kamu hantu, iblis, syaitan.  (Suara keras)

LBP
Abdullah! Aku memang Kamu.  Bagian lain dari hati nuranimu.  Lihat … lihatlah aku dengan seksama.

LELAKI MEMANDANG LEKAT-LEKAT KE LBP

LBP
Abdullah,  Kamu sudah sangat jauh tersesat.  Apa yang Kamu cari?  Semua sudah Kamu punya.  Kamu menyiksa dirimu sendiri.  Mengapa Kamu begitu bodoh menjerumuskan dirimu?  Sadarlah! Lihatlah dirimu, tanyalah hati nuranimu.

LELAKI (Tertunduk, menggumam) 
Iya, apa yang kucari! Dunia sudah kuraih.  Lalu apa lagi?

LBP (Berbicara pelan)
Kedamaian  dan iman.  Itulah yang hilang dan coba kamu cari.  Dunia yang kamu raih ternyata membuat dirimu lupa.  Sadarlah dirimu.  Kembali kekeluargamu.  Di sana ada cinta yang kamu lupa.  Dia bidadari yang selalu berdoa di tiap malamnya.  Pulanglah,  Abdullah!

TIBA-TIBA SOPIR MENGEREM MOBIL DENGAN MENDADAK DAN TERJAGALAH LELAKI ITU DARI MIMPINYA.

LELAKI  (Melotot marah) 
Apa … apaan kamu, Mir!  Bawa mobil tidak hati-hati.  Aku belum mau mati.

SOPIR
Maaf, Tuan.

LELAKI (Dengan mata menerawang) 
Mir, kita pulang dan jangan bertanya.

SOPIR  MEMUTAR MOBIL TANPA BERANI BERTANYA TENTANG KEPUTUSAN PULANG TUANNYA


BABAK IV

DI RUMAH LELAKI. KETIKA MOBIL LELAKI ITU MEMASUKI GERBANG SEBUAH RUMAH BESAR,  SAYUP-SAYUP DIDENGARNYA SUARA MERDU ORANG MENGAJI.

LELAKI (Wajah binggung) 
Kamu tahu suara apa itu, Mir?

SOPIR
Anu, Tuan. Itu suara orang mengaji!  Suara neng Fatimah, Tuan.

LELAKI
Fatimah.  Putri bungsuku? 
(Masih heran) 
Kapan dia pulang?

SOPIR
Iya, Tuan
(sambil membuka pintu rumah)
Dia Sudah pulang tiga hari yang lalu dari pondok pesantren.  Tuan tidak bertemu dengannya?

SOPIR  (Bergumam) 
Bagaimana bisa bertemu,  jika sudah tiga hari ini tuan tak pulang-pulang!

LELAKI ITU  BERJALAN MEMASUKI RUMAH  BESARNYA. DIA  MENUJU  KAMAR PUTRINYA – FATIMAH – DI LANTAI TIGA RUMAHNYA.  LELAKI ITU MEMATUNG DI DEPAN PINTU KAMAR FATIMAH.

FATIMAH  (Membaca Q.S. Al-Baqorah : 1 – 7. Tiba-tiba matanya menangkap sesosok bayangan hitam di depan pintu kamarnya).
Ayah?!  Benarkah Ayah?! 

FATIMAH BERLARI MENCIUM LENGAN AYAHNYA

LELAKI  (Mengusap kepala Fatimah) 
Fatimah, anak ayah (GUMAMNYA).

FATIMAH
Masuklah ayah.  Fatimah kangen sama ayah.  Ayah kurusan
(memegang-memegang tubuh ayah) 
Sakit?

LELAKI MENGGELENG LEMAH. FATIMAH MENUNTUN LELAKI ITU MASUK. MENDUDUKKANNYA.  MELEPASKAN SEPATUNYA, BAJUNYA, DAN SELURUH PAKAIANNYA, LALU BERLARI KE KAMAR MANDI MEMBAWA SATU BASKOM KECIL AIR.  MENYEKA TUBUH LELAKI ITU. MEMAKAIKAN PAKAIAN YANG BERSIH KEPADANYA.

LELAKI  (Menangis) 
Maafkan ayah, Fatimah.  Ayah … (tersedu-sedu)

FATIMAH 
Ayah, mengapa harus minta maaf?  Manusia itu tempatnya khilaf!  Alhamdulillah, ayah sudah pulang!  Fatimah senang.

LELAKI (Tersedu-sedu). 
Apa yang kamu baca?  Bolehkah ayah tahu..

FATIMAH
Al-Quran.  Buku Allah yang diberikan-Nya untuk dibaca manusia.  Ayat yang Fatimah baca tadi menerangkan tentang keberadaan Al-Quran.  Itulah petunjuk dan pegangan hidup bagi manusia.  Ayah masih sering membacanya?

LELAKI (Menggeleng)
Ayah lupa dengan-Nya.

FATIMAH (Menghapus air mata ayah). 
Allah itu maha pemaaf.  Dia tak akan pernah lupa   pada hamba-Nya yang khilaf.  Fatimah senang ayah pulang.  Artinya, kita bisa sahur bersama untuk menyongsong hari pertama Ramadhan tahun ini.  Walaupun cuma berdua.

LELAKI
Apa maksudmu cuma berdua, Fatimah?. Bukankah ibumu juga kedua kakamu ikut sahur bersama kita malam ini?
HERAN

FATIMAH (Tertunduk dalam). 
Ayah, Ibu …

BERHENTI

LELAKI
“Kenapa dengan Ibumu?”
SETENGAH MEMBENTAK

FATIMAH
Ibu, tadi siang dibawa ke rumah sakit jiwa.  Beliau stress, ayah! Tadi beliau mengamuk hebat begitu tahu, mba Aisyah hamil dan mas Hasan ditangkap polisi saat sedang perta ganja dengan teman-temannya.

LELAKI TERKULAI LEMAS

BABAK V

DI RUMAH SAKIT JIWA, SETELAH  MENJALANI  PROSES  HUKUM,  HASAN    MENGALAMI    PERAWATAN    INTENSIF   DI TEMPAT REHABILITASI KETERGANTUNGAN OBAT.  SELAMA ENAM BULAN DI SANA, AKHIRNYA IA SEMBUH. SEMENTARA,  AISYAH  TELAH  MELAHIRKAN  SEORANG  BAYI  PEREMPUAN  YANG CANTIK.  DAUD JUGA BERSEDIA    BERTANGGUNG   JAWAB   TERHADAP   ANAK  ITU.  FATIMAH   TERUS  MENGAJAR  AYAHNYA MENGAJI.  RUMAH ITU KEMBALI BERCAHAYA.  MESKI IBU MASIH HARUS DIRAWAT. SUATU SORE YANG CERAH.  FATIMAH LAGI ASYIK BERMAIN-MAIN DENGAN  BAYI KECIL AISYAH.  TIBA-TIBA TERDENGAR BUNYI TELEPON.
Kring … Kring … Kring

AISYAH (Setengah berteriak). 
Bi Inah, tolong angkat teleponnya.

BI INAH  (Berlari-lari kecil)
Iya, Non.  “Assalamualaikum”. Cari siapa?

BI INAH TAMPAK MANGGUT-MANGGUT

 AISYAH 
Dari siapa, Bi?

BI INAH
Anu, Non. Dari rumah sakit tempat ibu dirawat.  Katanya penting.

AISYAH  (Beranjak dari tempat duduknya)
Ya …, saya anaknya ibu Khadijah. Ada apa, ya?

SUARA DI TELEPON

(PEGAWAI RS)
Begini. Bisakah Anda ke rumah sakit sekarang. Ada sesuatu dengan ibu Anda!

AISYAH 
Ba … baik. Saya ke sana segera!

Tut … tut … tut … (telepon ditutup)

SORE ITU, MEREKA SEKELUARGA BERGEGAS PERGI KE RUMAH SAKIT. SEPANJANG PERJALANAN MEREKA DIHANTUI PERTANYAAN BESAR: “ADA APA DENGAN IBU MEREKA?”. SUASANA RUMAH SAKIT TIDAK TERLALU RAMAI. MEREKA SEGERA MEMASUKI LOBI. BEBERAPA PETUGAS SEDANG BERJAGA.

HASAN 
Siang, Pa! Kami keluarga ibu Khadijah. Tadi kami dapat telepon dari sini. Ada apa dengan ibu kami.

TAMPAK KEKALUTAN TERCERMIN DARI WAJAHNYA

PETUGAS RS
O iya. Mari silakan ikut saya!

BERIRINGAN MEREKA MENGIKUTI LANGKAH PETUGAS RUMAH SAKIT. SETELAH MELEWATI BEBERAPA  KORIDOR, AKHIRNYA SAMPAILAH DI KAMAR PERAWATAN IBU KHADIJAH. WAJAH SELURUH ANGGOTA KELUARGA TAMPAK TEGANG. FATIMAH TAMPK MENGAMIT AYAHNYA YANG BERJALAN GEMETAR.

PETUGAS RS  
Mari!

SAMBIL MEMBUKAKAN PINTU KAMAR DAN MENYILAKAN. MEREKA BERHAMBURAN MEMASUKI RUANGAN. SESOSOK TUBUH TERTUTUP KAIN PUTIH TERBUJUR KAKU DI ATAS RANJANG!

KELUARGA (Serentak)
Ibu ….!

TUBUH KAKU ITU DIPELUK BERAMAI-RAMAI OLEH MEREKA. IBU YANG MEREKA CINTAI TELAH PERGI. PERGI UNTUK SELAMA-LAMANYA! LELAKI ITU BERPALING DAN KELUAR RUANGAN. MENINGGALKAN TUBUH ISTRINYA YANG TERBARING KAKU. MENINGGALKAN LAGU TANGIS ANAK-ANAKNYA. ADA BENING AIR JATUH DI PELUPUK MATA LELAKI ITU.

LELAKI (Membenturkan dahi pada tembok ruangan)
Ya, Tuhan! Aku … telah berdosa! Aku … berdosa! Ampuni hamba! Ampuni hamba, ya Rob…!

FATIMAH (Keluar dari ruangan, mendekati ayahnya dan memeluknya)
Allah maha pengampun. Ibu juga pasti diampuninya. Ibu beruntung , Yah! Ia dipanggil oleh Allah di saat cahaya Ramadhan datang menyinari bumi!

RUANG DI RUMAH SAKIT ITU MULAI HENING. SUARA TANGIS TADI LAMAT-LAMAT HILANG BERGANTI DENGAN SUARA AZAN MAGRIB TANDA WAKTU BERBUKA PUASA TELAH TIBA.


SELESAI