Jumat, 13 April 2012

Sastra Melayu Klasik

                                                      Sastra Melayu Klasik
Pengertian Sastra Melayu Klasik Sastra melayu lama adalah sastra yang berbentuk lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan.
Sastra melayu lama masuk ke indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Peninggalan sastra melayu lama terlihat pada dua bait syair pada batu nisan seorang muslim di minye tujuh, aceh.

Sastra melayu lama adalah termasuk bagian dari karya sastra indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 - 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat sumatera seperti "langkat, tapanuli, minangkabau dan daerah sumatera lainnya", orang tionghoa dan masyarakat indo-eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.
Yang dimaksud dengan sastra melayu klasik adalah sastra yang hidup dan berkembang di daerah melayu pada masa sebelum dan sesudah islam hingga mendekati tahun 1920-an di masa balai pustaka.. Masa sesudah Islam merupakan zaman dimana sastra Melayu berkembang begitu pesat karena pada masa itu banyak tokoh Islam yang mengembangkan sastra Melayu.

Catatan tertulis pertama dalam bahasa Melayu Kuna berasal dari abad ke-7 Masehi, dan tercantum pada beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya di bagian selatan Sumatera dan wangsa Syailendra di beberapa tempat di Jawa Tengah. Tulisan ini menggunakan aksara Pallawa.[3] Selanjutnya, bukti-bukti tertulis bermunculan di berbagai tempat, meskipun dokumen terbanyak kebanyakan mulai berasal dari abad ke-18.

1. Kesusastraan Rakyat / kesusastraan Asli (Masa Purba)
Kesusastraan rakyat/ Kesusastraan melayu asli, hidup ditengah-tengah masyarakat. Cerita itu diturunkan dari orang tua kapada anaknya, dari nenek moyang kepada cucunya, dari pencerita kepada pendengar. Penceritaan ini dikenal sebagai sastra lisan (oral literature).
Kesusastraan yang tumbuh tidak terlepas dari kebudayaan yang ada pada waktu itu. Pada masa Purba (sebelum kedatangan agama Hindu, Budha dan Islam) kepercayan yang dianut masyarakat adalah animisme dan dinamisme. Karena itu, cerita mereka berhubungan dengan kepercayaan kepada roh-roh halus dan kekuatan gaib yang dimilikinya. Misalnya :
- Cerita asal-usul
- Cerita binatang
- Cerita Jenaka
- Cerita Pelipur lara.

2) ciri-ciri sastra melayu lama yaitu :
· Anonim atau tidak ada nama pengarangnya
· Istana sentris (terikat pada kehidupan istana kerajaan)
· Tema karangan bersifat fantastis
· Karangan berbentuk tradisional
· Proses perkembangannya statis.

3) Penggolongan sastra melayu klasik
Sastra Melayu Klasik tidak dapat digolongkan berdasarkan jangka waktu tertentu karena hasil karyanya tidak memperlihatkan waktu. Semua karya berupa milik bersama. Karena itu, penggolongan biasanya berdasarkan atas : bentuk, isi, dan pengaruh asing.

Kamis, 12 April 2012

faizal iqbal cynk cmuanya


adakah sepoi angin sampaikan kabarku hari ini?
ratapi hari yang tak jua pergi
sibuk mengutuk masa yang tak lekas berganti
pangeranku hanya angan
khayalan belaka
sanggupkah engkau menghadirkannya untukku,,,?
***
jangan pernah tanya angin
karena musim ini ia terlalu dingin
ia tak pernah sudi berhenti
tuk sekedar berbagi hati
***
jangan kecewa
ia memang tak punya rasa
tunggulah sejenak
ia kan pergi
karena musim kan mengganti hari
***
angin memang terlalu kencang
dingin tak mau bersahabat
tapi gemuruh di hati tak mau hengkang
membuat hati terasa kian pekat
kan kemana kucari hasrat,,,
***
usah kau risaukan
ia hanya sekejap menyapa
sekejap kemudian lalu menghilang
bukankan setelah semua kegalauan
datanglah sebuah ketenangan
karena ia bosan dengan galau
dan bulanpun kembali tersenyum....
***
dari sekian hari yang terlewati
dari sekian hati yang menyakiti
aku berusaha untuk selalu tersenyum
bahkan tertawa
namun sayang semua sia-sia
aku tetap terluka
hingga bulan itu tak lagi indah
***
dahulu kasih itu ada
dahulu cinta itu nyata
kini hilang tiada sisa
entah berada dimana, jauh terasa
***
tapi... hai lihat sobat!!!
mentari hangat menjumpaimu
hendak ucapkan kata
bahwa Harap selalu ada
***
kadang cinta tak tersentuh logika
namun semua itu nyata
ketika mentari enggan bersua
kita tak bisa apa-apa
sampai bungapun tak mau membagi harumnya
memang tak ada tempat untuk resah
tapi ahh...sudahlah...

sejarah bahasa indonesia

                                                      sejarah bahasa indonesia                                                                       
    Berbicara tentang sejarah tentu yang pertama terpikir adalah asal-usul atau asal mula sesuatu. Jika berkaitan dengan bahasa yang terpeikir adalah dari mana asal dan bagaimana perkembangan bahasa itu sesungguhnya. Untuk bahasa Indonesia, para ahli berpendapat bahwa bahasa Indonesia diambil dari bahasa melayu. Artinya bahasa melayu merupakan bahasa nyang menjadi dasar bahasa Indonesia sekarang ini. bahasa Indonesia sekarang ini telah megalami perubahan yang cukup signifikan jika diperbandingkan dengan bahasa melayu pada masa itu. Hal ini karena memang adanya perkembangan bahasa setelah pemakaian dalam jangka waktu lama.

Istilah Melayu sendiri memiliki beberpa versi dalam sejarah. Menurut beberapa ahli Melayu didefinisikan sebagai berikut:
1. Nama melayu mungkin berasal dari kata Melayu Na Idu, yaitu nama sebuah kerajaan di Semenanjung (Vogel)
2. Kata melayu diambil dari ucapan Wong Melayu (bahasa jawa = orang berlari) yaitu kata bahasa Jawa yang diucapkan oleh bala tentara jawa ketika menyerang Sriwijaya takala melihat orang Sriwijaya habis berlarian (Van der Tuuk).
3. Kern berpendapat nama melayu mungkin berasal dari malay pura, yaitu suatu daerah di semenanjung Malaka yang bermakna kota di atas angin.
4. Krom berpendapat bahwa nama melayu (Mo-lo-yeu) adalah nama sebuah kerajaan pada abad ke-7 yang lokasinya di Jambi sekarang, dll.

Beradasarkan beberapa pendapat di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa bahasa Indonesia yang dulunya bahasa melayu merupakan bahasa nyang berasal dari daerah di wilayah Indonesia sendiri yaitu di wilayah pulau Sumatra yang sudah digunakan sejak berabad-abad dulu.
Bahasa melayu sebagai bahasa asal bahasa Indonesia sendiri sesungguhnya mungkin juga merupakan hasil perkembangan dari bahasa lain atau bahasa yang mendapat pengaruh dari bahasa lain. Hal itu terlihat dari beberapa tulisan dalam prasasti seperti (1) prasasti Kedukan Bukit (Palembang tahun 605 caka/683 M), (2) Talang Tuo (Palembang berangka tahun 606 Caka), (3) Prasasti Kota Kapur (Bangka berangka tahun 608 Caka), dan (4) Prasasti Karang Berahi di Jambi yang berangka tahun 614 Caka). Dalam prasasti-prasasti itu tulisan bertuliskan bahasa melayu yang banyak mengandung kata-kata sansekerta.

Setelah mengetahui asal mula bahasa Indonesia yaitu berasal dari bahasa Melayu, sekarang yang jadi pertanyaan adalah mengapa bahasa Melayu yang diambil sebagai bahasa dasar dari bahasa Indonesia? Padahal sudah sejak Zaman dahulu wilayah Indonesia terdiri atas banyak sekali suku bangsa yang memiliki bahasa sendiri-sendiri pula. Selain itu bahasa suku Jawa yang merupakan penutur terbanyak di wilayah Indonesia kenapa tidak dijadikan pilihan sebagai bahasa dasar dari bahasa Indonesia?
Untuk menjawab beberapa ada beberapa alas an yang perlu kita ketahui yaitu:
1. Bahasa melayu sudah merupakan bahasa perhubungan antarpulau (linguafranca)
2. System bahasa melayu sangat sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa melayu tidak mengenal tingkatan bahasa seperti dalam bahasa Jawa yang mengenal bahasa jawa ngoko dan karma atau dalam sunda adanya bahasa sunda kasar dan lemes.
3. Bahasa melayu memiliki kesanggupan dipakai menjadi bahasa kebudayaan dalam arti luas
4. Suku bangsa jawa, sunda dan suku lain dapat menerima

Berbicara tentang sejarah bahasa Indonesia tentunya kita tidak akan lepas dari peristiwa 28 oktober 1988 yaitu sumpah pemuda. Pada tanggal tersebut diikrarkan sebuah kebulatan tekad hasil Konggres Pemuda yang salah satu diantara 3 ikrar tersebut menyebutkan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Keajadian tersebut dianggap sebagai peresmian bahasa Melayu yang telah dipakai sejak abad 7 menjadi Bahasa Indonesia.

Selasa, 10 April 2012

man bar kobar by;faizal iqbal cynk cmuanya


Go up to the House of Representatives Judge


Go up to the House of Representatives Judge
Fira Abdurachman and Yuli Sasmito
Go up to the House of Representatives Judge
Related articles

     Jimly: President Should Listen Judge Complaints
     Justices Agree Lumbuun Gaius Escalated Salary
     Reform: Not Sure Right to Judge Answered 2012
     Judge Demands Reform Response
     Go MenPAN, Judge Not Want Salary Begging

10/04/2012 17:56
Liputan6.com, Jakarta: Around 20 representatives of judges from all over Indonesia continues to struggle to voice their aspirations. After the meeting the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform, the judges complained their fate to the House of Representatives Law Commission in Senayan, Jakarta, Tuesday (10/4) evening.

Even compared to the salaries of civil servants with the same class, the salary of judges is still losing. Yet according to the law judges are state officials, but still receives about Rp 3 million per month. Apart from a small salary, the judge has a job that sometimes the risk to endanger life. Current salaries of the judges desirable about $ 7 million,

Member of the House of Representatives Law Commission, Ahmad Yani support the action of the judges than the rest but taking bribes. House members are supposed to support the judges a raise. Because as people's representatives, legislators salaries are still far above the judges are often equated with the representative of God as a breaker of justice. (FRI)