Senin, 30 Mei 2016
Sabtu, 09 April 2016
keripik singkong

Keripik
singkong merupakan salah satu produk makanan
ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang
renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai
alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda bersama rekan dan keluarga.
Seiring
dengan meningkatnya permintaan konsumen, kini keripik singkong mulai
diinovasikan menjadi keripik pedas dengan beberapa tingkatan level. Meskipun
trend tersebut belum lama dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya sudah
sangat pesat, sehingga banyak produsen keripik singkong mulai beralih jalur
dengan menambahkan ekstra pedas pada produk keripik yang diciptakannya.
Sejatinya,
produk keripik singkong pedas bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia.
Namun dengan menambahkan sedikit inovasi dalam hal peningkatan level rasa pedas
yang ditawarkan, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah
satu peluang
bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi
pelakunya.
Konsumen
Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Anda bisa menjadikannya sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen.
Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Anda bisa menjadikannya sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen.
Info Bisnis
Saat ini berbagai macam merek keripik pedas bisa kita temukan di pasaran. Sebut saja keripik pedas Maicih, Kripik Setan, Keripik Jenglots, Kripik Goal, Keripik Mang Lada, dan masih banyak lagi merek keripik pedas lainnya yang bisa kita temukan di berbagai pelosok daerah. Rata-rata para produsen keripik pedas tersebut menawarkan tingkatan level pedas dari mulai level satu hingga level sepuluh, atau ada juga yang menawarkan level Dewa dan setengah Dewa untuk membedakan tingkat pedas yang ditawarkannya kepada para konsumen.
Saat ini berbagai macam merek keripik pedas bisa kita temukan di pasaran. Sebut saja keripik pedas Maicih, Kripik Setan, Keripik Jenglots, Kripik Goal, Keripik Mang Lada, dan masih banyak lagi merek keripik pedas lainnya yang bisa kita temukan di berbagai pelosok daerah. Rata-rata para produsen keripik pedas tersebut menawarkan tingkatan level pedas dari mulai level satu hingga level sepuluh, atau ada juga yang menawarkan level Dewa dan setengah Dewa untuk membedakan tingkat pedas yang ditawarkannya kepada para konsumen.
Nah, bagi
Anda yang tertarik mengangkat keripik singkong pedas sebagai peluang usaha.
Berikut ini kami informasikan beberapa hal yang perlu Anda siapkan, sebelum
memulai usaha tersebut.
1. Pertama-tama ketahui jenis singkong yang berkualitas
bagus. Lebih baik Anda bekerjasama langsung dengan petani singkong yang ada di
kota Anda, untuk mendapatkan harga beli yang lebih miring dan kualitasnya
benar-benar terjamin.
2. Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan
untuk memproduksi keripik singkong pedas. Misalnya saja seperti mesin pengiris
singkong (slicer), mesin pengemas (sealer), alat penggorengan, plastik kemasan,
dll.
3. Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam
mengolah keripik singkong. Pastikan keripik singkong yang Anda hasilkan
memiliki tekstur yang renyah dan cita rasa pedasnya memberikan sensasi berbeda
bagi lidah para konsumen.
4. Memiliki strategi yang unik untuk mengemas keripik
pedas dengan menarik. Selain cita rasanya yang lezat, kemasan produk menjadi
salah satu daya tarik yang cukup kuat bagi para konsumen. Kemasan yang menarik
akan membuat calon konsumen tertarik, hingga akhirnya mereka penasaran dan
membeli produk keripik singkong pedas yang Anda tawarkan.
Cara Membuat Keripik Pedas
Bahan :
1 Kg singkong diiris bulat tipis
1 sendok teh kapur sirih
1 Kg singkong diiris bulat tipis
1 sendok teh kapur sirih
Bumbu :
5 butir bawang merah
1 sendok makan cuka
4 siung bawang putih
Garam menurut selera
2 ons cabe giling
10 butir cabe merah
Minyak goreng.
5 butir bawang merah
1 sendok makan cuka
4 siung bawang putih
Garam menurut selera
2 ons cabe giling
10 butir cabe merah
Minyak goreng.
Cara
membuatnya :
§
Irisan
singkong di rendam dalam air kapur sirih selama 1/2 jam
§
Haluskan
bumbu dan tumis dengan api kecil sampai bumbu merata dan kental
§
Setelah
matang masukkan cuka secukupnya dan dinginkan.
§
Tiriskan
irisan singkong, keringkan diatas nampan beralaskan kertas atau lap kering.
§
Goreng
irisan singkong dalam minyak panas dan terendam.
§
Jangan
sampai singkong melekat satu sama lain. Bila busa minyak hilang angkat gorengan
dan tiriskan.
§
Aduk bersama
sambal yang telah dingin.
Prospek bisnis keripik singkong pedas
masih sangat terbuka lebar. Bahkan saat ini banyak konsumen yang menjadikan
keripik singkong pedas sebagai buah tangan yang cocok bagi sanak saudara di
luar kota. Sehingga tidak heran bila sekarang ini keripik Maicih menjadi
pilihan alternatif bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung, dan
singkong balado pedas menjadi pilihan oleh-oleh khas dari daerah Padang.
Disamping prospeknya yang masih sangat bagus, menjalankan bisnis keripik
singkong pedas tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa memulainya
dengan skala rumah tangga, dan menggunakan perabot dapur di rumah Anda sebagai
sarana dan prasarana dalam memproduksi keripik singkong pedas. Yang terpenting
dalam proses produksi adalah menggunakan bahan baku berkualitas bagus dan
mengasah keahlian Anda dalam mengolah singkong, sehingga cita rasa yang dihasilkan
juga benar-benar berkualitas.
Kekurangan Bisnis
Kendala usaha yang biasanya ditemui para produsen keripik singkong pedas adalah sulitnya mendapatkan persediaan bahan baku singkong dan cabe yang benar-benar berkualitas bagus. Persediaannya yang kurang stabil membuat harga bahan baku tersebut cenderung naik turun, sehingga para pelaku usaha harus pintar-pintar menyiasatinya tanpa harus menaikan harga jual produk ke pasaran.
Kendala usaha yang biasanya ditemui para produsen keripik singkong pedas adalah sulitnya mendapatkan persediaan bahan baku singkong dan cabe yang benar-benar berkualitas bagus. Persediaannya yang kurang stabil membuat harga bahan baku tersebut cenderung naik turun, sehingga para pelaku usaha harus pintar-pintar menyiasatinya tanpa harus menaikan harga jual produk ke pasaran.
Selain itu, kendala berikutnya yaitu adanya persaingan pasar yang cukup
ketat. Sekarang ini jumlah produsen keripik singkong pedas sudah cukup banyak
di pasaran, sehingga para pelaku usaha dituntut untuk menghasilkan cita rasa
yang lezat dan melengkapinya dengan kemasan yang bisa menarik perhatian
konsumen.
Strategi Pemasaran
Strategi
pemasaran yang perlu Anda lakukan yaitu membranding produk Anda sebagai salah satu
keripik singkong dengan cita rasa yang super ekstra pedas. Dalam hal ini Anda
bisa mencantumkan merek serta slogan tertentu yang bisa menyampaikan pesan
pedas pada keripik tersebut kepada para konsumen. Dengan strategi tersebut,
diharapkan bisa menimbulkan rasa penasaran bagi para konsumen, hingga pada
akhirnya mereka mulai percaya untuk mencoba produk buatan Anda.
Selanjutnya untuk memperluas jangkauan pasar, Anda bisa membuka sistem
keagenan baik secara offline maupun online bagi para distributor makanan yang
tertarik memasarkan produk keripik singkong Anda. Cara ini terbilang efektif,
karena selain tidak dibutuhkan tambahan biaya promosi, Anda mendapatkan bantuan
dari para agen untuk meningkatkan omset penjualan setiap bulannya. Strategi
promosi lainnya yang juga bisa Anda jalankan yaitu dengan cara mengikuti
berbagai pameran UKM yang sering diadakan
di sekitar daerah Anda. Melalui pameran, Anda bisa mengenalkan produk keripik
singkong pedas kepada khalayak ramai, dan membuka peluang yang lebih besar
untuk mengembangkan usaha tersebut.
Kunci Sukses
Dalam menjalankan bisnis keripik singkong pedas, yang terpenting adalah menjaga kualitas cita rasa pedas yang ditawarkan dan menjamin kerenyahan keripik yang dihasilkan. Kedua hal tersebut menjadi faktor penentu kualitas keripik singkong yang Anda tawarkan kepada para konsumen. Kemudian, dukung kualitas produk Anda dengan strategi pengemasan produk yang menarik. Hal ini penting untuk menarik perhatian konsumen dan menjadi salah satu alat bagi mereka untuk membedakan produk Anda dengan produk lainnya milik kompetitor.
Dalam menjalankan bisnis keripik singkong pedas, yang terpenting adalah menjaga kualitas cita rasa pedas yang ditawarkan dan menjamin kerenyahan keripik yang dihasilkan. Kedua hal tersebut menjadi faktor penentu kualitas keripik singkong yang Anda tawarkan kepada para konsumen. Kemudian, dukung kualitas produk Anda dengan strategi pengemasan produk yang menarik. Hal ini penting untuk menarik perhatian konsumen dan menjadi salah satu alat bagi mereka untuk membedakan produk Anda dengan produk lainnya milik kompetitor.
Analisa Ekonomi
Asumsi
- Produksi skala rumah
tangga
- Dibantu oleh dua orang
tenaga kerja
Modal awal
Mesin pengiris singkong
(Slicer) Rp 4.500.000
Mesin pengemas
(Sealer) Rp
500.000
Peralatan menggoreng
(wajan dan alat penirisnya) Rp 300.000
Kompor gas dan tabung 3
kg
Rp 300.000
Total
Rp 5.600.000
Peralatan mengalami
penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
- Mesin slicer : 1/60 x
Rp 4.500.000,00 Rp 75.000,00/bln
- Mesin sealer :
1/36 x Rp 500.000,00 Rp 13.900,00/bln
- Penggorengan :
1/36 x Rp
300.000,00 Rp 8.400,00/bln
- Kompor gas : 1/36
x Rp 300.000,00 Rp
8.400,00/bln+
Total Rp
105.700,00/bln
Biaya operasional per
bulan
Belanja bahan baku per
hari :
- Singkong (Rp
1.500,00/kg x 50 kg) Rp
75.000,00
- Minyak goreng (Rp
13.000,00/kg x 20 kg) Rp 260.000,00
-
Cabe
Rp
250.000,00 +
Total
Rp 585.000,00
Biaya belanja per bulan :
Rp 585.000,00 x 30
hari Rp
17.550.000,00
Plastik
kemasan Rp 1.500.000,00
Gas 3 kg (Rp 17.500,00 x
15 tabung) Rp
262.500,00
Gaji pegawai (2 orang x
Rp
800.000,00) Rp 1.600.000,00
Biaya
transportasi Rp
1.000.000,00
Biaya penyusutan
peralatan Rp
105.700,00+
Total Rp
22.018.200,00
Omset penjualan per bulan
Rata-rata penjualan
produk Rp 1.000.000,00/hari :
Rp 1.000.000,00 x 30
hari Rp
30.000.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 30.000.000,00 - Rp
22.018.200,00 Rp
7.981.800,00
Senin, 04 April 2016
Minggu, 18 Oktober 2015
KONTRAKAN dan KOSKOSAN
FaiZaL iQbaL
manajemen [F]
KONTRAKAN dan KOSKOSAN
Berkembangnya
bisnis di suatu kota atau meningkatnya pertumbuhan industri di suatu daerah,
tentu berakibat pada bertambahnya jumlah karyawan di daerah tersebut. Khusus
Ibukota Jakarta, pertumbuhan bisnisnya sangat pesat. Sebagian besar karyawan
yang bekerja di Jakarta berdomisili di pinggiran atau diluar kota Jakarta.
Bagi
karyawan yang cukup jauh domisilinya atau karyawan yang belum mampu membeli
rumah, maka solusinya adalah mengontrak/menyewa rumah atau kos untuk tempat
tinggal sementaranya. Besarnya kota Jakarta dan terbatasnya penyediaan rumah
kontrakan atau rumah kos menyebabkan banyak para karyawan yang menyewa rumah
jauh dari lokasi mereka kerja, bahkan mereka terpaksa menyewa rumah di pinggiran
kota Jakarta. Sehingga, permintaan rumah kontrakan atau rumah kos di pusat kota
Jakarta sangat tinggi.
Dengan latar
belakang diatas dan mengingat saya mempunyai sebidang tanah ditengah kota
Jakarta yang berlokasi + 200 m dari jalan raya, saya merencanakan
membangun rumah kontrakan dan rumah koskosan.
I.
KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha
Pemrakarsa
Berdasarkan
latar belakang diatas saya bernama Yoga Tapiana berencna akan membangun
kontrakan dan koskosan di lahan yang saya miliki.
Kepemilikan
Usaha
Usaha
kontrakan dan koskosan ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha
adalah:
Pemilik /
Pimpinan Usaha : Yoga Tapiana (Suami)
Pengurus
Harian
: Elly Syamsir (Istri)
Karyawan; 2
orang
Riwayat
hidup pemilik. Saat ini
saya masih bekerja disebuah perusahaan swasta di kota ini, sedangkan yang
mengurus ini nanti adalah istri saya. Untuk lebih jelas tentang Curriculum
Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.
Modal Usaha
Modal dasar
usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 432.500.000 (Empat ratus tiga puluh dua
juta lima ratus ribu rupiah) berupa:
1.
Tanah seluas 300 m2 (tempat lokasi
usaha)
Rp 225.000.000
2.
Dana Kas &
bank
Rp 207.500.000
Total
Rp 732.500.000
Surat-Surat
Izin
Surat-surat
izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya yang dilampirkan dalam
proposal ini adalah:
–
Surat izin Domisili
–
Sertifikat tanah, Hak milik
–
IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
–
Surat Kawin
–
Kartu keluarga
–
Kartu tanda penduduk (KTP)
II.
Pemasaran
Produk dan
Segmentasi
Produk usaha
ini adalah menyewakan atau mengontrakan tempat tinggal dengan luas bangunan 24
m2 dan 15,75 m2.
Sedangkan
segmentasinya adalah karyawan yang bekerja dikota ini (Jakarta).
Permintaan
Permintaan
rumah kontrakan dan rumah kos tidak terbatas. Ini terbukti dari sejumlah rumah
kontrakan atau rumah kos di lokasi tersebut selalu penuh.
Diperkirakan
tingkat hunian setelah 2 bulan kedua mencapai 100% atau tahun pertama 90%,
tahun kedua 100% dan seterysnya.
Peluang
Mengingat
tingginya permintaan kontrakan dan koskosan disana, maka pesaing yang cukup
banyak tidak akan menurunkan tingkat hunian rumah kontrakan dan koskosan. Dan
dapat dikatakan permintaan tempat kontrakan dan koskosan disana terus
berkembang.
Rate
Perkamar
Harga
kontrakan dan kosksan:
Kontrakan (4
x 6
m2)
5 unit = Rp 800.000/bulan
Koskosan
(3,5 x 4,5 m2) 10 unit =
Rp 600.000/bulan
III.
Lokasi dan Teknis
Lokasi Usaha
Lokasi usaha
ini sangat strategis, karena berjarak kurang lebih + 200 dari jalan raya
dipusat bisnis kota Jakarta.
Luas
Bangunan
Luas tanah
Hotel Melati ini + 300 m2 dan bangunan terdiri dari 2 lantai dan luas
bangunan adalah:
–
Ruang
Tamu
= 4 m x 4
= 16 m2
–
Lorong
= 20 m2
–
Kontrakan
= 4 m x 6 m x 5 unit =
120 m2 (lt.1)
–
Koskosan
= 3,5 m x 4,5 m x 10 init = 157.5 m2 (lt. 2)
–
Total
= 313.5 m2
Biaya
Pembangunan
Kalkulasi biaya
pembangunan hotel ini adalah:
Tanah
= 300 m2 x Rp 750.000 / m2 = RP
225.000.000
Bangunan
= 313.5 m2 x Rp 1.500.000 /m2 = Rp 470.250.000
Tempat
tidur, lemari, kursi = @ Rp 1.000.000 x 15
unit = Rp
15.000.000
Lain-lain
(perizininan, konsultan)
= Rp 10.000.000
Total
= Rp 720.250.000
IV.
Proyeksi Keuangan
Total biaya
pembangunan Kontrakan dan Koskosan tersebut sebesar Rp 720.250.000, dengan
rincian sebagai berikut:
Investasi
tetap:
1.
Pembelian
tanah
Rp 225.000.000
2.
Biaya
bangunan
Rp 470.250.000
3.
Perlengkapan
Rp 15.000.000
4.
Lain-lain
Rp 10.000.000
Total
Rp 720.250.000
Sumber Dana Investasi
Kebutuhan
dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman
dari bank. Yaitu:
Modal
sendiri
–
Investasi
Tetap
Rp 432.500.000 (60%)
Kredit Bank
–
Investasi
Tetap
Rp 288.100.000 (40%)
Grand
Total
Rp 720.250.000
Asumsi Proyeksi
Keuangan:
Asumsi-asumsi
proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir lampiran keuangan,
seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga
Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang, Kenaikan Harga dan Biaya
(escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.
Pembayaran
Kredit
Sedangkan
pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada tahun kedua, dan berakhir pada
tahun ke-6. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada
lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)
Tabel Jadwal
Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit
|
Tahun
|
Pokok Kredit
(Rp 000)
|
Bunga Kredit
(Rp 000)
|
Total
(Rp 000)
|
|
Tahun-1
|
30,000
|
46,096
|
76,096
|
|
Tahun-2
|
30,000
|
41,296
|
71,296
|
|
Tahun-3
|
50,000
|
36,496
|
86,496
|
|
Tahun-4
|
60,000
|
28,496
|
88,496
|
|
Tahun-5
|
60,000
|
18,896
|
78,896
|
|
Tahun-6
|
58,100
|
9,296
|
67,396
|
Proyeksi
Laba Rugi
Pada tahun
operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 29.134.000 dan tahun kedua memperoleh laba sebesar Rp 37.789.000. Akumulasi keuntungan dalam sembilan tahun adalah Rp 1.024.840.000. Lebih ditail tentanng Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03
Rp 29.134.000 dan tahun kedua memperoleh laba sebesar Rp 37.789.000. Akumulasi keuntungan dalam sembilan tahun adalah Rp 1.024.840.000. Lebih ditail tentanng Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03
Analisa
Investasi
Dalam
analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:
1.
Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup
kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.
Payback
Period usaha ini
adalah 6 tahun.
2.
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan
menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan
diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik
jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.
IRR sebesar 14,53%.
Rasio
Keuangan
Metode yang
digunakan adalah:
Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam
memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.
|
Tahun
|
Likuidita
|
|
Tahun -1
Tahun -2
Tahun -3
Tahun -4
Tahun -5
Tahun -6
|
10.71%
28.03%
50.05%
98.29%
269.05%
0%
|
Selanjunya
lihat lampiran-0 atau 05
Profitabilitas
Kemampuan
usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat
diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE
(Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku
bunga bank.
|
Tahun
|
ROI
|
ROE
|
|
Tahun -1
Tahun -2
Tahun -3
Tahun -4
Tahun -5
Tahun -6
|
9.65%
10.81%
12.51%
14.83%
17.76%
21.49%
|
6.74%
8.74%
10.80%
13.52%
16.60%
19.74%
|
Terlihat
ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun.
Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
V.
Jaminan Kredit.
Jaminan
kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan tempat bangunan
usaha beserta peralatan.
Penutup
Demikianlah
proposal permohonan kredit kami ini.
Besar
harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.
Terimakasih
atas kerja samanya.
Langganan:
Postingan (Atom)




























