Sabtu, 09 April 2016

keripik singkong



Proposal Usaha Keripik Singkong

Keripik singkong merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda bersama rekan dan keluarga.
Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, kini keripik singkong mulai diinovasikan menjadi keripik pedas dengan beberapa tingkatan level. Meskipun trend tersebut belum lama dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya sudah sangat pesat, sehingga banyak produsen keripik singkong mulai beralih jalur dengan menambahkan ekstra pedas pada produk keripik yang diciptakannya.
Sejatinya, produk keripik singkong pedas bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi dalam hal peningkatan level rasa pedas yang ditawarkan, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi pelakunya.
Konsumen
Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Anda bisa menjadikannya sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen.
Info Bisnis
Saat ini berbagai macam merek keripik pedas bisa kita temukan di pasaran. Sebut saja keripik pedas Maicih, Kripik Setan, Keripik Jenglots, Kripik Goal, Keripik Mang Lada, dan masih banyak lagi merek keripik pedas lainnya yang bisa kita temukan di berbagai pelosok daerah. Rata-rata para produsen keripik pedas tersebut menawarkan tingkatan level pedas dari mulai level satu hingga level sepuluh, atau ada juga yang menawarkan level Dewa dan setengah Dewa untuk membedakan tingkat pedas yang ditawarkannya kepada para konsumen.
Nah, bagi Anda yang tertarik mengangkat keripik singkong pedas sebagai peluang usaha. Berikut ini kami informasikan beberapa hal yang perlu Anda siapkan, sebelum memulai usaha tersebut.
1.    Pertama-tama ketahui jenis singkong yang berkualitas bagus. Lebih baik Anda bekerjasama langsung dengan petani singkong yang ada di kota Anda, untuk mendapatkan harga beli yang lebih miring dan kualitasnya benar-benar terjamin.
2.    Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk memproduksi keripik singkong pedas. Misalnya saja seperti mesin pengiris singkong (slicer), mesin pengemas (sealer), alat penggorengan, plastik kemasan, dll.
3.    Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam mengolah keripik singkong. Pastikan keripik singkong yang Anda hasilkan memiliki tekstur yang renyah dan cita rasa pedasnya memberikan sensasi berbeda bagi lidah para konsumen.
4.    Memiliki strategi yang unik untuk mengemas keripik pedas dengan menarik. Selain cita rasanya yang lezat, kemasan produk menjadi salah satu daya tarik yang cukup kuat bagi para konsumen. Kemasan yang menarik akan membuat calon konsumen tertarik, hingga akhirnya mereka penasaran dan membeli produk keripik singkong pedas yang Anda tawarkan.
Cara Membuat Keripik Pedas
Bahan :
1 Kg singkong diiris bulat tipis
1 sendok teh kapur sirih
Bumbu :
5 butir bawang merah
1 sendok makan cuka
4 siung bawang putih
Garam menurut selera
2 ons cabe giling
10 butir cabe merah
Minyak goreng.
Cara membuatnya :
§  Irisan singkong di rendam dalam air kapur sirih selama 1/2 jam
§  Haluskan bumbu dan tumis dengan api kecil sampai bumbu  merata dan kental
§  Setelah matang masukkan cuka secukupnya dan dinginkan.
§  Tiriskan irisan singkong, keringkan diatas nampan beralaskan kertas atau lap kering.
§  Goreng irisan singkong dalam minyak panas dan terendam.
§  Jangan sampai singkong melekat satu sama lain. Bila busa minyak hilang angkat gorengan dan tiriskan.
§  Aduk bersama sambal yang telah dingin.
Prospek bisnis keripik singkong pedas masih sangat terbuka lebar. Bahkan saat ini banyak konsumen yang menjadikan keripik singkong pedas sebagai buah tangan yang cocok bagi sanak saudara di luar kota. Sehingga tidak heran bila sekarang ini keripik Maicih menjadi pilihan alternatif bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung, dan singkong balado pedas menjadi pilihan oleh-oleh khas dari daerah Padang.
Disamping prospeknya yang masih sangat bagus, menjalankan bisnis keripik singkong pedas tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa memulainya dengan skala rumah tangga, dan menggunakan perabot dapur di rumah Anda sebagai sarana dan prasarana dalam memproduksi keripik singkong pedas. Yang terpenting dalam proses produksi adalah menggunakan bahan baku berkualitas bagus dan mengasah keahlian Anda dalam mengolah singkong, sehingga cita rasa yang dihasilkan juga benar-benar berkualitas.
Kekurangan Bisnis
Kendala usaha yang biasanya ditemui para produsen keripik singkong pedas adalah sulitnya mendapatkan persediaan bahan baku singkong dan cabe yang benar-benar berkualitas bagus. Persediaannya yang kurang stabil membuat harga bahan baku tersebut cenderung naik turun, sehingga para pelaku usaha harus pintar-pintar menyiasatinya tanpa harus menaikan harga jual produk ke pasaran.
Selain itu, kendala berikutnya yaitu adanya persaingan pasar yang cukup ketat. Sekarang ini jumlah produsen keripik singkong pedas sudah cukup banyak di pasaran, sehingga para pelaku usaha dituntut untuk menghasilkan cita rasa yang lezat dan melengkapinya dengan kemasan yang bisa menarik perhatian konsumen.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang perlu Anda lakukan yaitu membranding produk Anda sebagai salah satu keripik singkong dengan cita rasa yang super ekstra pedas. Dalam hal ini Anda bisa mencantumkan merek serta slogan tertentu yang bisa menyampaikan pesan pedas pada keripik tersebut kepada para konsumen. Dengan strategi tersebut, diharapkan bisa menimbulkan rasa penasaran bagi para konsumen, hingga pada akhirnya mereka mulai percaya untuk mencoba produk buatan Anda.
Selanjutnya untuk memperluas jangkauan pasar, Anda bisa membuka sistem keagenan baik secara offline maupun online bagi para distributor makanan yang tertarik memasarkan produk keripik singkong Anda. Cara ini terbilang efektif, karena selain tidak dibutuhkan tambahan biaya promosi, Anda mendapatkan bantuan dari para agen untuk meningkatkan omset penjualan setiap bulannya. Strategi promosi lainnya yang juga bisa Anda jalankan yaitu dengan cara mengikuti berbagai pameran UKM yang sering diadakan di sekitar daerah Anda. Melalui pameran, Anda bisa mengenalkan produk keripik singkong pedas kepada khalayak ramai, dan membuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha tersebut.
Kunci Sukses
Dalam menjalankan bisnis keripik singkong pedas, yang terpenting adalah menjaga kualitas cita rasa pedas yang ditawarkan dan menjamin kerenyahan keripik yang dihasilkan. Kedua hal tersebut menjadi faktor penentu kualitas keripik singkong yang Anda tawarkan kepada para konsumen.  Kemudian, dukung kualitas produk Anda dengan strategi pengemasan produk yang menarik. Hal ini penting untuk menarik perhatian konsumen dan menjadi salah satu alat bagi mereka untuk membedakan produk Anda dengan produk lainnya milik kompetitor.
Analisa Ekonomi
Asumsi
- Produksi skala rumah tangga
- Dibantu oleh dua orang tenaga kerja

Modal awal
Mesin pengiris singkong (Slicer)                 Rp 4.500.000
Mesin pengemas (Sealer)                          Rp   500.000
Peralatan menggoreng (wajan dan alat penirisnya) Rp   300.000
Kompor gas dan tabung 3 kg                       Rp   300.000
Total                                            Rp 5.600.000

Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
- Mesin slicer : 1/60 x Rp 4.500.000,00    Rp  75.000,00/bln
- Mesin sealer : 1/36 x Rp 500.000,00      Rp  13.900,00/bln
- Penggorengan : 1/36 x Rp 300.000,00      Rp   8.400,00/bln
- Kompor gas : 1/36 x Rp 300.000,00        Rp   8.400,00/bln+
Total                                      Rp 105.700,00/bln 

Biaya operasional per bulan
Belanja bahan baku per hari :
- Singkong (Rp 1.500,00/kg x 50 kg)        Rp  75.000,00
- Minyak goreng (Rp 13.000,00/kg x 20 kg)  Rp 260.000,00
- Cabe                                     Rp 250.000,00 +
Total                                      Rp 585.000,00 
Biaya belanja per bulan :
Rp 585.000,00 x 30 hari                      Rp 17.550.000,00
Plastik kemasan                              Rp  1.500.000,00
Gas 3 kg (Rp 17.500,00 x 15 tabung)          Rp    262.500,00
Gaji pegawai (2 orang x Rp 800.000,00)       Rp  1.600.000,00
Biaya transportasi                           Rp  1.000.000,00
Biaya penyusutan peralatan                  Rp    105.700,00+
Total                                        Rp 22.018.200,00 

Omset penjualan per bulan
Rata-rata penjualan produk Rp 1.000.000,00/hari :
Rp 1.000.000,00 x 30 hari                    Rp 30.000.000,00 

Laba bersih per bulan
Rp 30.000.000,00 - Rp 22.018.200,00           Rp 7.981.800,00

Minggu, 18 Oktober 2015

KONTRAKAN dan KOSKOSAN



                                                                        FaiZaL iQbaL  manajemen [F]

KONTRAKAN dan KOSKOSAN
Berkembangnya bisnis di suatu kota atau meningkatnya pertumbuhan industri di suatu daerah, tentu berakibat pada bertambahnya jumlah karyawan di daerah tersebut. Khusus Ibukota Jakarta, pertumbuhan bisnisnya sangat pesat. Sebagian besar karyawan yang bekerja di Jakarta berdomisili di pinggiran atau diluar kota Jakarta.
Bagi karyawan yang cukup jauh domisilinya atau karyawan yang belum mampu membeli rumah, maka solusinya adalah mengontrak/menyewa rumah atau kos untuk tempat tinggal sementaranya. Besarnya kota Jakarta dan terbatasnya penyediaan rumah kontrakan atau rumah kos menyebabkan banyak para karyawan yang menyewa rumah jauh dari lokasi mereka kerja, bahkan mereka terpaksa menyewa rumah di pinggiran kota Jakarta. Sehingga, permintaan rumah kontrakan atau rumah kos di pusat kota Jakarta sangat tinggi.
Dengan latar belakang diatas dan mengingat saya mempunyai sebidang tanah ditengah kota Jakarta yang berlokasi + 200 m dari jalan raya, saya merencanakan membangun rumah kontrakan dan rumah koskosan.
I.      KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha
Pemrakarsa
Berdasarkan latar belakang diatas saya bernama Yoga Tapiana berencna akan membangun kontrakan dan koskosan di lahan yang saya miliki.
Kepemilikan Usaha
Usaha kontrakan dan koskosan ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha adalah:
Pemilik / Pimpinan Usaha       : Yoga Tapiana (Suami)
Pengurus Harian                      : Elly Syamsir (Istri)
Karyawan; 2 orang
Riwayat hidup pemilik. Saat ini saya masih bekerja disebuah perusahaan swasta di kota ini, sedangkan yang mengurus ini nanti adalah istri saya. Untuk lebih jelas tentang Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.
Modal Usaha
Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 432.500.000 (Empat ratus tiga puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) berupa:
1.     Tanah seluas 300 m2 (tempat lokasi usaha)                     Rp   225.000.000
2.     Dana Kas & bank                                                            Rp   207.500.000
Total                       Rp  732.500.000

Surat-Surat Izin
Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya yang dilampirkan dalam proposal ini adalah:
–          Surat izin Domisili
–          Sertifikat tanah, Hak milik
–          IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
–          Surat Kawin
–          Kartu keluarga
–          Kartu tanda penduduk (KTP)
II.    Pemasaran
Produk dan Segmentasi
Produk usaha ini adalah menyewakan atau mengontrakan tempat tinggal dengan luas bangunan 24 m2 dan 15,75 m2.
Sedangkan segmentasinya adalah karyawan yang bekerja dikota ini (Jakarta).
Permintaan
Permintaan rumah kontrakan dan rumah kos tidak terbatas. Ini terbukti dari sejumlah rumah kontrakan atau rumah kos di lokasi tersebut selalu penuh.
Diperkirakan tingkat hunian setelah 2 bulan kedua mencapai 100% atau tahun pertama 90%, tahun kedua 100% dan seterysnya.
Peluang
Mengingat tingginya permintaan kontrakan dan koskosan disana, maka pesaing yang cukup banyak tidak akan menurunkan tingkat hunian rumah kontrakan dan koskosan. Dan dapat dikatakan permintaan tempat kontrakan dan koskosan disana terus berkembang.
Rate Perkamar
Harga kontrakan dan kosksan:
Kontrakan (4 x 6 m2)              5 unit   = Rp  800.000/bulan
Koskosan (3,5 x 4,5 m2)         10 unit = Rp  600.000/bulan
III.  Lokasi dan Teknis
Lokasi Usaha
Lokasi usaha ini sangat strategis, karena berjarak kurang lebih + 200 dari jalan raya dipusat bisnis kota Jakarta.

Luas Bangunan
Luas tanah Hotel Melati ini + 300 m2 dan bangunan terdiri dari 2 lantai dan luas bangunan adalah:
–          Ruang Tamu                = 4 m x 4                            =  16     m2
–          Lorong                                                                    =   20    m2
–          Kontrakan                   = 4 m x 6 m x 5 unit           = 120    m2 (lt.1)
–          Koskosan                    = 3,5 m x 4,5 m x 10 init    = 157.5  m2 (lt. 2)
–          Total                       = 313.5  m2
Biaya Pembangunan
Kalkulasi biaya pembangunan hotel ini adalah:
Tanah                                      = 300 m2 x Rp 750.000 / m2        = RP  225.000.000
Bangunan                                = 313.5 m2 x Rp 1.500.000 /m2   = Rp  470.250.000
Tempat tidur, lemari, kursi      = @ Rp 1.000.000 x 15 unit         = Rp    15.000.000
Lain-lain (perizininan, konsultan)                                                 = Rp    10.000.000
Total                                                   = Rp 720.250.000
 IV.  Proyeksi Keuangan
Total biaya pembangunan Kontrakan dan Koskosan tersebut sebesar Rp 720.250.000, dengan rincian sebagai berikut:
Investasi tetap:
1.    Pembelian tanah                                                                 Rp   225.000.000
2.    Biaya bangunan                                                                  Rp   470.250.000
3.    Perlengkapan                                                                      Rp     15.000.000
4.    Lain-lain                                                                             Rp     10.000.000
Total                                       Rp   720.250.000
Sumber Dana Investasi
Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:
Modal sendiri
–          Investasi Tetap                  Rp    432.500.000 (60%)

Kredit Bank
–          Investasi Tetap                  Rp    288.100.000 (40%)
Grand Total             Rp    720.250.000

Asumsi Proyeksi Keuangan:
Asumsi-asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir lampiran keuangan, seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang,  Kenaikan Harga dan Biaya (escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.
Pembayaran Kredit
Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada tahun kedua, dan berakhir pada tahun ke-6. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)
Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit
Tahun
Pokok Kredit
(Rp 000)
Bunga Kredit
(Rp 000)
Total
(Rp 000)
Tahun-1
30,000
46,096
76,096
Tahun-2
30,000
41,296
71,296
Tahun-3
50,000
36,496
86,496
Tahun-4
60,000
28,496
88,496
Tahun-5
60,000
18,896
78,896
Tahun-6
58,100
9,296
67,396
 Proyeksi Laba Rugi
Pada tahun operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 29.134.000 dan tahun kedua memperoleh laba sebesar Rp 37.789.000. Akumulasi keuntungan dalam sembilan tahun adalah Rp 1.024.840.000. Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03
Analisa Investasi
Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:
1.      Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.
Payback Period usaha ini adalah 6 tahun.
2.      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.
IRR sebesar 14,53%.

Rasio Keuangan
Metode yang digunakan adalah:
Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.
Tahun
Likuidita
Tahun -1
Tahun -2
Tahun -3
Tahun -4
Tahun -5
Tahun -6
10.71%
28.03%
50.05%
98.29%
269.05%
0%
Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
Profitabilitas
Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.
Tahun
ROI
ROE
Tahun -1
Tahun -2
Tahun -3
Tahun -4
Tahun -5
Tahun -6
9.65%
10.81%
12.51%
14.83%
17.76%
21.49%
6.74%
8.74%
10.80%
13.52%
16.60%
19.74%
 Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
V.    Jaminan Kredit.
Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan tempat bangunan usaha beserta peralatan.
Penutup
Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.
Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.
Terimakasih atas kerja samanya.