Bola.net - Juventus
dipastikan meraih Scudetto Serie A musim ini setelah berhasil
mengalahkan Cagliari 2-0, Senin (07/5),
sementara pada waktu yang bersamaan AC
Milan tumbang di tangan Inter Milan dengan skor 2-4.
Dengan dua laga tersisa, pasukan Antonio Conte membutuhkan
kemenangan di laga tandang terakhirnya musim ini demi menjaga posisi capolista
dari jangkauan sang juara bertahan, Milan
(78-77).
Laga ini lebih berarti bagi Juventus daripada Cagliari, yang sudah hampir bisa dipastikan
nyaman berada di papan tengah.
Kubu tuan rumah tak bisa menurunkan Alessandro Agostini akibat skorsing,
sementara La Vecchia Signora minus Paolo De Ceglie yang cedera sampai akhir
musim.
Bagi Juventus, hasil selain kekalahan akan semakin mengukuhkan status mereka
sebagai satu-satunya tim yang belum pernah tersentuh kekalahan di Serie A musim
ini, sedangkan kemenangan berarti selangkah lebih dekat menuju tangga juara.
Seolah tak ingin membuang waktu, Juventus langsung tancap gas sejak peluit kick-off
dibunyikan dan unggul cepat ketika laga baru berjalan enam menit lewat gol Mirko Vucinic memanfaatkan
operan terobosan Barzagli.
Pada Menit 26, Juventus sudah harus melakukan pergantian pemain, Martin Caceres
untuk Stephan Lichtsteiner yang cedera.
Juventus mendominasi permainan, menciptakan lebih banyak peluang (1 berbanding
9 tembakan), dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Juventus menggandakan keunggulannya pada menit ke-74 setelah umpan silang Caceres dari sayap kanan
memaksa Michele Canini mencetak gol ke
gawangnya sendiri.
Dua menit injury time diberikan oleh wasit, dan Conte serta seluruh
skuad Juventus di bench dan para tifosi yang hadir di stadion sudah siap
menunggu wasit mengakhiri pertandingan, karena Milan dalam keadaan tertinggal
2-4 di Giuseppe Meazza.
Peluit panjang dibunyikan, Juventus menang 2-0, Milan kalah 2-4. Satu laga tersisa, dengan
selisih poin 81-77, Juventus pun dipastikan meraih Scudetto Serie A 2011
Kamis, 10 Mei 2012
Jumat, 27 April 2012
Asal mula Bahasa Indonesia
Asal mula Bahasa Indonesia
Posted in the Indonesia Forum
Comments
* Belajar Forex * Artikel Dan Makalah * RUBRIK KITA * KULINER NEWS * ARTIKEL KESEHATAN * Toko Online Advertise here Home » Artikel Pendidikan , naskah pidato » Karakteristik dan ciri-ciri Naskah Melayu Klasik Karakteristik dan ciri-ciri Naskah Melayu Klasik
Karakteristik dan ciri-ciri Naskah Melayu Klasik
Karakteristik Naskah Melayu Klasika. Penggunaan kosakata yang pada saat ini tidak lazim dipergunakan dalam berbahasa Indonesia.
Contoh: … akan menghibur hati yang masgul (sedih).
b. Cerita selalu diawali dengan kata penghubung yang menyatakan bahwa cerita tersebut tidak diketahui tempat dan waktu secara pasti.
Contoh: alkisah inilah cerita orang dahulu kala, hikayat namanya, terlalu indah-indah ceritanya…
c. Penggunaan kata penghubung maka dalam awal kalimat
Contoh: Maka titah sang Nata, ”Yayi Suri, telah sebenarnya seperti kata Adinda itu.” maka sang Nata pun membuat tempat memuja.
d. Penggunaan dikisi atau pilihan kata yang kurang tepat.
Contoh: Maka dikarang oleh segala oaang yang bijaksana prama kawi.
e. Penggunaan kalimat yang tidak efektif
Contoh: Sebermula pada zaman dahulu ada raja di Tanah Jawa empat bersaudara, terlalu amat besar kerajaannya.
f. Cerita tidak ada pengarangnya atau anonim.
Dilihat dari unsur-unsurnya, naskha sastra Melayu Klasik juga memiliki tema, penokohan, sudut pandang, alur, amanat, dan nilai-nilai, seperti halnya naskah sastra cerpen dan novel.
2. Unsur-Unsur Karya Sastra Melayu Klasik
a. Tema adalah ide pokok yang mendasari sebuah cerita. Pada umumnya naskah Melayu Klasik mempunyai tema perjuanganm percintaan, pendidikan, dan keagamaan.
b. Tokoh dan Penokohan. Ada tiga jenis tokoh
• Protagonis (tokoh utama/berwatak baik)
• Antagonis (tokoh dengan watak jahat)
• Trigonis tokoh penengah atau pelerai konflik.
c. Latar (setting) adalah latar belakang cerita. Ada tiga macam latar: (1) latar tempat; (2) latar waktu; dan (3) latar keadaan.
d. Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam cerita. Terdapat empat jenis sudut pandang.
• Pengarang sebagai tokoh cerita, jika tokoh utamanya ’aku’;
• Pengarang sebagai tokoh sampingan, jika terdapat tokoh ’aku’ yang bukan sebagai tokoh utama.
• Pengarang peninjau, jika pengarang hanya dapat memaparkan hal-hal yang dapat diamati pancaindra.
• Pengarang serba tahu, jika pengarang dapat memaparkan kehidupan tokoh utama dama berbagai hal.
e. Alur adalah rangkaian peristiwa yang saling berhubungan membentuk suatu cerita. Ada tiga jenis alur cerita:
• Alur maju, apabila cerita dipaparkan dari awal hingga akhir secara berurutan.
• Alur mundur (flash back), apabila cerita bermula dari masa kini menuju awal peristiwa secara berurutan;
• Alur campuran, apabila penceritaannya menggunakan gabungan antara alur maju dan alur mundur.
f. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya.
g. Gaya bahasa merupakan sarana sastra yang amat penting karena hal inilah yang akan membedakan antara pengarang yang satu dengan yang lain.
terbantuknya sejarah
Sejarah Yang Digelapkan : Islam Di Benua Amerika : Red Indian Suku Cherokee Adalah Muslim
oleh Misteri & Keajaiban Alam (Fake & Fact) pada 18 Oktober 2012 pukul 14:37 ·
Sejarah mereka telah digelapkan
Jika anda melawat Washington DC, pergilah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Disana anda boleh melihat perjanjian kerajaan Amerika Syarikat dengan suku Cherokee, iaitu salah satu suku Indian, tahun 1787. Pada perjanjian itu, anda akan menemui tanda tangan Ketua Suku Cherokee yang bernama Abde Khak dan Muhammad Ibnu Abdullah.
Isi perjanjian itu antara lain adalah mengenai hak suku Cherokee dalam menjalankan perdagangan, perkapalan, dan pemerintahan suku cherokee pada waktu itu adalah mengikut undang-undang Islam. Anda juga akan menemui pakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum lelaki memakai turban (serban).
Kaum wanita suku Cherokee menutup aurat
Cara berpakaian ini boleh didapati di dalam gambar atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Ketua suku Cherokee beragama Islam yang terakhir adalah Ramadan Ibnu Wati.
Gambaran pemakaian serban siku Cherokee
Bercakap tentang suku Cherokee, Sequoyah adalah salah seorang yang berpengaruh di dalam suku ini. Beliau adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah seperti aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A hingga Z, maka suku Cherokee mempunyai aksaranya yang tersendiri juga.
Acuan gangsa Seqvoyah di Perpustakaan Kongres
Yang menariknya adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini amat mirip dengan bahasa Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemui pada batuan di Nevada terpahat kata yang sangat mirip dengan kata "Muhammad" dalam bahasa Bahasa Arab.
Nama-nama suku Indian yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemui pada suku Cherokee (Shar-kee) shaja tetapi juga ditemui di dalam suku Anasazi, Apache, Arawak, Makah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.
Suku Makah yang menutup aurat
Gadis Zuni, 1903
Selain itu, beberapa ketua suku Indian juga mengenakan penutup kepala khas orang Islam seperti ketua Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Ini semua dapat dilihat pada foto-foto di antara tahun 1835 dan 1870.
Secara umumnya, suku-suku Indian di Amerika percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Bagi mereka, tuhan tidak dapat dilihat oleh panca indera. Mereka juga yakin bahawa tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.
Seperti kata-kata seorang ketua Suku Ohiyesa: "In the life of the Indian, there was only inevitable duty. The duty of prayer and the daily recognition of the Unseen and the Eternal".
Bukankah Al-Qur'an juga memberitakan bahawa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah.
Sejarah Islam Dan Suku Indian Cheeroke
Sejarah hubung kait islam dan penduduk Red Indian Amerika ini adalah panjang. Semangat orang-orang Islam dan China ketika itu untuk mengenal lebih jauh tentang dunia selain untuk melebarkan pengaruh, mencari sumber dan jalan perdagangan baru dan ini menyebabkan dakwah Islam semakin meluas dan mendorong mereka untuk lebih berani melintasi kawasan yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka waktu itu. Sebagai contoh adalah Cheng Ho (nama islamnya Hajji Mahmud Shamsuddin) dan Ibnu Batutta. Selain itu terdapat juga pelayar-pelayar Islam yang lain tetapi tidak tercatat pada buku -buku akademik.
Cheng Ho @ Zheng He @ Hajji Mahmud Shamsuddin
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatatkan perjalanan ke benua Amerika adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi Muslim Al Masudi (871-957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad adalah seorang penjelajah muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masihi. Dalam bukunya, 'Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar' (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahawa semasa pemerintahan Khalifah Sepanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik hingga menemui wilayah yang asing dan disebutnya sebagai Ard Majhoola. Kemudian beliau kembali dengan membawa pelbagai barangan yang menakjubkan. Selepas penemuan itu, banyak pelayaran menuju daratan di seberang Lautan Atlantik dilakukan. Al Masudi juga menulis buku 'Akhbar Az Zaman' yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahawa semasa pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar dari pelabuhan Delba (Palos) di Sepanyol menuju ke barat lautan yang gelap dan berkabut , iaitu Lautan Atlantik. Setelah itu mereka berjaya kembali pulang ke Palos dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang begitu asing pada masa dulu.
Beliau juga menulis menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahawa pada masa pemerintahan Khalifah Sepanyol, Hisham II (976-1009) seorang pelayar dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Ibn Farrukh mengunjungi Raja Guanariga dan kemudian meneruskan pelayarannya ke barat sehingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada bulan Mei 999.
Pelayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maghribi juga dicatat oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya bertolak dari Tarfaya di Maghribi pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286-1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan rujukan oleh para saintis Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu juga pernah melakukan pelayaran sehingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) telah memerincikan eksplorasi geografi ini. Timbuktu yang berada di tengah-tengah afrika kini dilupakan, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan pusat keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan baik menuju ke Timbuktu ataupun bermula dari Timbuktu.
Lokasi Timbuktu
Sultan yang tercatat akan eksplorasinya hingga ke benua baru waktu itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285-1312), iaitu saudara Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintasi Lautan Atlantik sehingga ke Amerika dan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi di antara tahun 1309-1312. Para eksplorasi ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika dilakarkan di dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517.
Peta Piri Re'isi
Perbandingan peta Piri Re'isi dengan peta sebenar
Kisah Columbus Menemui Benua Amerika
Berbalik kepada cerita Columbus, Columbus sendiri mengetahui bahawa orang-orang Carib (Caribbean) adalah pengikut Nabi Muhammad. Orang-orang Islam telah berada di sana sebelum ketibaan Columbus terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Caribbean, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperhambakan rakyat Amerika. Orang-orang Islam datang untuk berniaga dan ada juga yang mengahwini orang-orang pribumi.
Columbus juga mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Cuba telah melihat sebuah masjid (yang berada di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sisa-sisa runtuhan masjid telah ditemui di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada. Ini sekaligus menjadi bukti kukuh bahawa Islam telah lama bertapak di sana.
Dan fakta yang perlu kita ketahui adalah 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus iaitu kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim iaitu Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon. Mereka berdua adalah bersaudara dan mempunyai kaitan persaudaraan dengan Sultan Maghribi Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER, JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
Martin Alonso Pinzon
Vicente Yanex Pinzon
Kenapa hanya Columbus yang dikenali sebagai orang yang menjumai benua amerika? Kerana pada waktu itu kaum yahudi diusir dari sepanyol (sebanyak 300,000 orang yahudi yang diusir oleh raja Ferdinand). Orang-orang Yahudi mengumpul dana untuk pelayaran Columbus dan berita 'penemuan benua Amerika' telah diberitahu oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya yang beragama Yahudi di Sepanyol.
Pelayaran Columbus ini telah dijadikan popular dan kisah ini diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan kehendak Yahudi yang ingin menguasai dunia. Tidak menghairankan jika sejarah yang kita pelajari sekarang menipu kita. Ini disebabkan semua media gergasi dunia dikuasai golongan Yahudi.
Fakta-fakta diatas memperlihatkan ketidak-jujuran penulisan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang-orang Eropah menjejakkan kaki di benua Amerika.
Laksamana Zheng He (Cheng Ho)
Tahukah anda? sebenarnya laksamana Zheng He atau lebih dikenali sebagai laksamana Cheng Ho di Malaysia dan Indonesia merupakan orang pertama yang menjumpai benua amerika, sekitar 70 tahun sebelum Columbus. Sekitar 70 tahun sebelum Columbus memacakkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah terlebih dahulu sampai ke sana.
Salinan peta dunia hasil pelayaran Zheng Ho, lukisan asal pada tahun 1418
Para peserta seminar yang dianjurkan oleh Royal Geographical Society di London beberapa tahun lalu dihidangkan dengan satu fakta yang mengejutkan. Seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies telah memberikan hujah dan kertas kerja mengenai kajiannya terhadap siapa orang yang pertama menjumpai benua Amerika.
Pada seminar itu, Menzies menjelaskan bukti tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur berasal dari Cina, Laksamana Zheng He. Bersama bukti-bukti yang ditemui dari catatan sejarah, Menzies memberi kesimpulan bahawa pengembara terulung dari dinasti Ming itu adalah orang yang pertama menemui benua Amerika, bukannya Columbus.
Menurut Menzies, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan tempoh beza waktu sekitar 70 tahun. Kenyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Menzies menunjukkan peta dunia yang dilukis sebelum Columbus memulakan ekspedisinya (gambar di atas). Peta itu lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He.
Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk kajian peta-peta kuno, bukti artifak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi moden seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti yang diperolehi, Menzies mengatakan bahawa sebahagian besar peta mahupun tulisan pelayaran China kuno bersumber pada pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya sehingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelum itu, armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melalui Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Perbandingan armada Zheng He dan Colombus
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui sejarah Zheng He sebagai penjelajah ulung tetapi tidak mendalami lebih dari itu. Dia lahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Negeri Yunnan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah sebahagian daripada warga minoriti Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam.
Ayah dan datuk Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Zheng He adalah seorang Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah lama wujud sebelum zaman dinasti Ming. Pada waktu dinasti Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.
Beberapa tahun selepas itu, Maharaja Cina telah memberikan nama Zheng He kepadanya hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia
Untuk lebih memahami sila lihat video mengenai Islam di Benua Amerika pada pautan di bawah; Muslims In American History : A Forgotten Legacy;
http://www.youtube.com/embed/HCbLcVTex1c
sejarah peradaban cina
Sejarah Peradaban Cina Kuno
Sejarah Peradaban Cina Kuno: Bagian dari Peradaban Kuno di Dunia
Peradaban Cina adalah beradaban tertua yang hingga sekarang masih bisa dirasakan. Cina memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban dunia. Hal itu bisa dilihat dari artefak-artefak yang ditinggalkan atau falsafah yang ditinggalkan. Sebagai salah satu peradaban besar, tentu saja sangatlah perlu untuk mengetahui system politik, ekonomi dan masyarakat pada masyarakat Cina.
Periodisisa sejarah Cina adalah:
Pemerintahan
Dalam pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru bertahan dalam kekuatannya, ia harus dapat membuktikan amanat dari surga untuk menjadi kaisar baru. Menurut filsuf dari orang-orang Tao, dulunya dinasti hanya dapat dibuktikan jika memiliki “mandat dari surga”, dan juga dipercaya dimana mandat dari dinasti tertentu telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam pemikiran tradisional orang-orang Cina, kerajaan yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia. Efek dari filosofi politik orang-orang Tao adalah sederhana dan praktis: setiap orang boleh mencoba keberuntungannya dengan pemberontakan jika dia sangat mengharapkannya. Apabila pemberontakannya gagal, kemudian yang membuat suatu percobaan dengan jelas tidak memiliki “mandat dari surga” dan biasanya mereka dieksekusi. Bagaimanapun, seorang pemberontak yang berhasil diambil sebagai bukti bahwa mandat dari surga benar-benar ada. Hal ini semata-mata hanyalah nyanyian kesuksesan saja. Setiap orang dapat menjadi seorang kaisar sepanjang ia dapat mengumpulkan kekuatannya.
Dalam pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru bertahan dalam kekuatannya, ia harus dapat membuktikan amanat dari surga untuk menjadi kaisar baru. Menurut filsuf dari orang-orang Tao, dulunya dinasti hanya dapat dibuktikan jika memiliki “mandat dari surga”, dan juga dipercaya dimana mandat dari dinasti tertentu telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam pemikiran tradisional orang-orang Cina, kerajaan yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia. Efek dari filosofi politik orang-orang Tao adalah sederhana dan praktis: setiap orang boleh mencoba keberuntungannya dengan pemberontakan jika dia sangat mengharapkannya. Apabila pemberontakannya gagal, kemudian yang membuat suatu percobaan dengan jelas tidak memiliki “mandat dari surga” dan biasanya mereka dieksekusi. Bagaimanapun, seorang pemberontak yang berhasil diambil sebagai bukti bahwa mandat dari surga benar-benar ada. Hal ini semata-mata hanyalah nyanyian kesuksesan saja. Setiap orang dapat menjadi seorang kaisar sepanjang ia dapat mengumpulkan kekuatannya.
Bagi
Cina, the family was the state in miniature, the state the family writ
large. Itu sebabnya Max Weber menyebut Cina sebagai “familistic state”.
Penulis melihat bahwa dinasti Han yang lebih setia pada ajaran
Konfusius. Menurut penulis artikel ini, akibat dari paham keluarga Cina
yang ditafsirkan secara berbeda (salah) dengan apa yang dianjurkan oleh
Konfuisus tentang sistem keluarga 3 generasi, Cina pernah mengalami
krisis karena memberlakukan sistem three tyrannies (ruler, the father,
and the husband). Three Tyrannies kemudian berkembang menjadi the three
bonds (dalam bahasa Cina, sangang). The three bonds terdiri dari:
relasi rulers-ministers; fathers-sons; and husbands-wifes. Tetapi
rupanya paham ini berkembang lagi menjadi the three accordances atau
three services: minister melayani ruler, anak melayani bapaknya, dan
istri melayani suaminya (jadi tidak resiprokal, hanya pelayanan searah
saja!). para pengagum three services, menganggap ini sumber dari segala
keteratutan. Secara defacto, Paham three services masih sejalan dengan
sistem tradisional Cina yang menekankan filial obligation dan filial
piety.
Sistem
three services tidak bersifat resiprokal sebagaimana yang diajarkan
oleh Mencius (salah seorang murid Konfuisus). Mencius mengatakan: jika
seorang pangeran merawat para pembantunya seperti tangan dan kakinya,
mereka (para pembantunya) akan merawat pangeran itu seperti perut dan
hati mereka. Jika pangeran merawat para pembantunya seperti kuda dan
anjingnya, mereka akan merawatnya seperti seorang yang gila. Dan, jika
seorang pangeran melihat para pembantunya seperti lumpur dan
rerumputan, mereka juga akan melihat pangeran itu seperti seorang lawan.
Menurut
Mencius, Konfusius mengajarkan bahwa keteraturan sosio-politik terjadi
ketika ruler berkelakuan seperti ruler, minister berkelakuan seperti
minister, dan father berkelakukan seperti father dan son berkelakukan
seperti son; menurut Konfusius, hal ini yang ia sebut sebagai sumber
knowledge, etika. Konfusian dari suku Han melihat bahwa Yin-Yang
mengandung sistem resiprokal. Yin diidentikkan dengan minister, son and
wife sedangkan Yang diidentikkan dengan ruler, father, husband. Oleh
karena itu, three bonds bagi suku Han harus dilihat seperti relasi
Yin-Yang.
Melihat
uraian di atas, jelas bahwa Konfusius menolak sistem otoriter.
Konfusius memberi tekanan pada saling adanya relasi secara etika dan
bukan pada control kekuasaan yang otoriter. Seorang murid Konfusius,
Xunzi mengatakan bahwa jika setiap orang bersikap hormat, tertib, tanpa
cela, menghargai orang lain, saat itulah terjadi bahwa setiap orang
bersaudara. Dalam sistem reciprocity, sistem absolut tidak berlaku.
Karena dalam sistem reciprocity yang ditekankan adalah fleksibilitas,
keutamaan (virtue). Dan, kekuatan relasi yang cocok dalam KBE tidak
terletak dalam sistem kekuasaan absolut (husband, father, and ruler)
melainkan pada authority yang membangun pengetahuan etika.
Bentuk pemerintahan
Sistem pemerintahan yang digunakan ketika keakaisan Cina kuno masih berkuasa adalah sistem pemerintahan yang sentralistik. Sistem sentralistik ini bisa disetarakan dengan sikap absolutisme monarki. Sehingga dalam pelaksananany timbullah istilah “semua tanah adalah tanah raja dan semua orang adalah milik raja”.
Dalam pelaksanan pemerintahn raja juga memabgi tugas-tugas bawahan. Pada masa kekaisaran kaisar terdapat enam orang bawahan. Enam orang bawahan inilah yang akan melaksanakan perintah raja. Enam orang itu memiliki tugas: menteri surga, pembuat kebijakan; menteri bumi, menteri berkenaan dengan pendidikan; menteri musim semi, menteri berkenaan dengan pengadilan agama; menteri musim panas, meneteri berkenaan dengan administrasi keseharian; menteri menteri musim gugur, menteri berkenan dengan penjatuhan hukuman; menteri musim dingin, menteri yang berkenaan dengan logistik negara, termasuk pembiayaan proyek besar. Tiap menteri memiliki staff ratusan dari bagian-bagian. Kaisar jug amengontrol enam kekuatan militer, setiap regional memiliki tiga, dua atu satu yang disesuaikan dengan wilayah.
Kemasyarakatan
Sistem keluarga Cina dipengaruhi oleh paham kekeluargaan Konfusius. Menurut Olga Lang, orangtua dalam sistem keluarga Cina berkewajiban mengajari anggota keluarganya tentang mekanisme Negara agar mereka bisa menerima ororitas Negara. Lucian Pye melihat bahwa kultur politik Cina menekankan interpendensi antara pemerintah dan keluarga. Karena, dalam masyarakat tradisional Cina, keluarga berperan untuk mengurangi kekacauan dalam institusi-institusi public, orangtua selalu menekankan order sosial dan kesejahteraan setiap anggota keluarga.
Sistem pemerintahan yang digunakan ketika keakaisan Cina kuno masih berkuasa adalah sistem pemerintahan yang sentralistik. Sistem sentralistik ini bisa disetarakan dengan sikap absolutisme monarki. Sehingga dalam pelaksananany timbullah istilah “semua tanah adalah tanah raja dan semua orang adalah milik raja”.
Dalam pelaksanan pemerintahn raja juga memabgi tugas-tugas bawahan. Pada masa kekaisaran kaisar terdapat enam orang bawahan. Enam orang bawahan inilah yang akan melaksanakan perintah raja. Enam orang itu memiliki tugas: menteri surga, pembuat kebijakan; menteri bumi, menteri berkenaan dengan pendidikan; menteri musim semi, menteri berkenaan dengan pengadilan agama; menteri musim panas, meneteri berkenaan dengan administrasi keseharian; menteri menteri musim gugur, menteri berkenan dengan penjatuhan hukuman; menteri musim dingin, menteri yang berkenaan dengan logistik negara, termasuk pembiayaan proyek besar. Tiap menteri memiliki staff ratusan dari bagian-bagian. Kaisar jug amengontrol enam kekuatan militer, setiap regional memiliki tiga, dua atu satu yang disesuaikan dengan wilayah.
Kemasyarakatan
Sistem keluarga Cina dipengaruhi oleh paham kekeluargaan Konfusius. Menurut Olga Lang, orangtua dalam sistem keluarga Cina berkewajiban mengajari anggota keluarganya tentang mekanisme Negara agar mereka bisa menerima ororitas Negara. Lucian Pye melihat bahwa kultur politik Cina menekankan interpendensi antara pemerintah dan keluarga. Karena, dalam masyarakat tradisional Cina, keluarga berperan untuk mengurangi kekacauan dalam institusi-institusi public, orangtua selalu menekankan order sosial dan kesejahteraan setiap anggota keluarga.
Relationship
merupakan motor penggerak dalam politik ideologi kekeluargaan Cina.
Implikasi politik dari sistem ini adalah bahwa dalam membangun ekonomi
Cina, yang ditekankan adalah jaringan, relasi (untuk saling menolong).
Kinship networks (jaringan kekeluargaan), menjadi pilar paradigma baru
dalam kerangka kerja ekonomi Cina. Selain itu, yang mengakibatkan Cina
mampu menguasai perekonomian secara global adalah etos kerja yang
menekankan keuletan dan kerajinan. Ada tiga penjelasan etos kerja.
Pertama, dalam sistem keluarga Cina, etos kerja telah ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil. Bagi Cina, kerja dihubungkan dengan kumpulan nilai yang kompleks, yang mencakup pengorbanan diri, rasa percaya, dan hemat yang dipandang sebagai dasar terakumulasinya kekayaan.
Kedua, etos kerja Cina berorientasi kelompok. Setiap individu berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, kemudian untuk kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, orang Cina bekerja keras untuk mendapatkan imbalan materi. Dalam komunitas Cina perantauan (seperti di Singapura), kemakmuran, kenyamanan, dalam usia lanjut, menduduki posisi sentral dalam persepsi
Pertama, dalam sistem keluarga Cina, etos kerja telah ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil. Bagi Cina, kerja dihubungkan dengan kumpulan nilai yang kompleks, yang mencakup pengorbanan diri, rasa percaya, dan hemat yang dipandang sebagai dasar terakumulasinya kekayaan.
Kedua, etos kerja Cina berorientasi kelompok. Setiap individu berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, kemudian untuk kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, orang Cina bekerja keras untuk mendapatkan imbalan materi. Dalam komunitas Cina perantauan (seperti di Singapura), kemakmuran, kenyamanan, dalam usia lanjut, menduduki posisi sentral dalam persepsi
Cina tentang kehidupan yang baik.
Awalnya,
bentuk ideal Cina adalah joint family: membangun ikatan kekeluargaan
yang terdiri dari lima keturunan yang hidup secara bersama-sama dalam
satu atap, sharing bersama, satu dapur bersama, saling berbagi
keuntungan serta saling membantu, yang dikendalikan oleh seorang kepala
keluarga. Pemerintah kekaisaran Cina tradisonal mengadopsi sistem
kekeluargaan ini menjadi bentuk ideal untuk mencapai harmoni dalam
sistem pemerintah. Tetapi secara defacto, sistem kekeluargaan yang
dikendalikan oleh seorang kepala keluarga dan pemerintahan yang
dikendalikan oleh monarkhi, mengakibatkan Cina terjerumus dalam sistem
kekeluargaan dan pemerintahan yang sangat feodal (dan hal ini bertolak
belakang dengan visi Konfusius yang selalu menekankan dimensi etika
dalam menjalankan otoritas). Baru pada zaman dinasti Ming, sistem
keperintahan yang feodal lamban laun mulai ditinggalkan. Sistem
keluarga a la Konfusian menekankan etika kesalehan, sopan santun,
keutamaan, menghargai orang lain. Pada abad 20-an, yang berkembang di
dalam masyarakat Cina justru nuclear family (keluarga inti) dan stem
family.
Kedua
sistem kekeluargaan ini membangun jaringan kekeluargaan (kinship
networks) yang lebih luas, tidak semata-mata secara bilogis tetapi
jaringan kekeluargaan atas dasar kebajikan-etika. Banyaknya anggota
keluarga dalam satu atap pun berkurang. Karena pada era itu, sistem
yang cocok dengan bentuk ideal keluarga Cina (menurut kaum terpelajar
Konfusian) adalah sistem 3 generasi (orangtua, anak, dan kakek-nenek).
Pemerintah Singapura mempromosikan sistem 3 generasi ini dengan
membangun rumah bagi mereka yang baru menikah dan ingin tinggal bersama
dalam sistem 3 generasi.
Hubungan
antara tiga dan lima keluarga a la Konfusian merupakan kunci
relasi-relasi: ayah-anak, suami-istri, adik-kakak (sistem 3 generasi)
dan sistem 5 generasi (ayah-anak, suami-istri, adik-kakak, kakek-cucu
lelaki, dan paman-kemenakan lelaki). Konfusian lebih condong pada
sistem 3 generasi. Bagi Konfusius, relasi antara ayah-anak, suami istri
dan adik-kakak, seharusnya seperti itu relasi yang dibangun oleh aparat
pemerintah (relasi kaisar-menteri, relasi menteri-rakyat, relasi
kaisar-rakyat). Paham kekeluargaan Konfusian menekankan relationship
atas dasar etika bukan relasi secara bilogis. Menurut Konfusius,
walaupun hidup dalam satu atap, sharing secara bersama-sama belum tentu
terbangun rasa solidaritas tanpa disertai sikap yang didasarkan pada
moralitas (keutamaan).
Walaupun
Konfusius menawarkan sistem kekeluargaan yang berbasis pada moralitas
tetapi rupa-rupanya, masyarakat Cina ada yang menafsir ajaran Konfusius
menjadi sangat kaku. Hal itu terjadi (misalnya) ketika orang Cina
mengidentikkan family dengan jia. Jia adalah kepala keluarga yang
bersifat otoriter, segalanya dia yang menentukan. Ajaran tentang jia
yang menggiring Cina ke sistem tradisional keluarga yang subordinasi.
Ketika seorang kaisar atau pemerintah memberlakukan paham ini dalam
sistem keperintahan-an, saat itu Cina terperangkap dalam sistem
pemerintah yang tirani, otoriter; sehingga demokrasi sulit mendapat
tempat. Oleh karena itu, W. J. F. Jenner menyebut the Chinese family
sebagai sebuah struktur yang otoiter.
Ekonomi
Ekonomi Cina dibangun berdasarkan ekonomi agrarian. Ekonomi agrarioa tyang memiliki system feodalistik. Sistem bahwa penguasaan tanah memiliki peranan penting.
Pentingnya pertanian bagi Cina telah membawa perubahan pada sisitem teknologi pertanian juga. Sisitem pertanian yang diterapkan Cina pada waktu itu telah mengenal adanya sistem irigasi, rotasi tanaman pertanian, dan penggunaan hewan sebagai alat pertanian.
Ekonomi
Ekonomi Cina dibangun berdasarkan ekonomi agrarian. Ekonomi agrarioa tyang memiliki system feodalistik. Sistem bahwa penguasaan tanah memiliki peranan penting.
Pentingnya pertanian bagi Cina telah membawa perubahan pada sisitem teknologi pertanian juga. Sisitem pertanian yang diterapkan Cina pada waktu itu telah mengenal adanya sistem irigasi, rotasi tanaman pertanian, dan penggunaan hewan sebagai alat pertanian.
Cina
juga tidak tergantung pada pertanian saja, namun telah mengembangkan
hasil peternakan. Peternakan yang berkemabng dicina meliputi peternakan
domba, kambing dan sapi. Selain adanya binatang ternak setiap penduduk
juga memilki hewan untuk dipelihara, seperti lembu janta, babi dan
ayam. Perekonomian Cina juag dibantu dengan adanya perburuan yang
dilakukan penduduk.
Tidak
hanya pertanian, Cina juga mengembangkan sistem perdagangan dengan
dunia luar. Cina telah menjalin hubungan dagang pertama kali dengan
melakuakn transaksi di sekitar Cina bagian utara dan laut Cina selatan.
Perdagang yang dilakuakn berupa perdagangan besi, timah, cangkang
penyu, dan produk kerajinan tangan. Dengan adanya perdagangan maka
terjadilah pekembangan teknologi peleburan besi, munculnya kota-kota
dagang, dan penggunaan uang.
Dinasti pada Cina Kuno
Dinasti Zhou
Dinasti Zhou (Hanzi:
周朝, hanyu pinyin: Zhou Chao) (1066 SM - 221 SM) adalah dinasti terakhir
sebelum Cina resmi disatukan di bawah Dinasti Qin. Dinasti Zhou adalah
dinasti yang bertahan paling lama dibandingkan dengan dinasti lainnya
dalam sejarah Cina, dan penggunaan besi mulai diperkenalkan di Cina
mulai zaman ini.
Dinasti Zhou didirikan oleh keluarga Ji (姬) beribukota di Hao (鎬, sekarang di sekitarXi'an), meneruskan corak budaya dan bahasa dari dinasti sebelumnya, ekspansi Zhou pada awalnya adalah melalui penaklukan. Secara berangsur-angsur Zhou memperluas budaya Shang sampai ke wilayah utara Sungai Panjang.
Pada awalnya keluarga Ji mengendalikan negara Zhou secara terpusat. Pada tahun 771 SM, setelah Raja You (周幽王) menggantikan ratunya dengan Selir Baosi, ibukota diserang oleh kekuatan gabungan dari ayah ratu, pangeran Shen yang bersekutu dengan suku-suku asing. Kemudian, putra sang ratu, Ji Yijiu (姬宜臼) dinaikkan menduduki tahta sebagai raja baru oleh para bangsawan dari negara Zheng, Lü, Qin dan pangeran Shen. Ibukota negara kemudian terpaksa dipindahkan ke sebelah timur di tahun 722 SM, tepatnya ke Luoyang di propinsi Henan sekarang.
Oleh karena pemindahan ibukota ini, para sejarahwan kemudian membagi Dinasti Zhou menjadi Dinasti Zhou Barat (西周) dari akhir abad ke-10 SM sampai dengan tahun 771 SM, serta Dinasti Zhou Timur (東周) dari tahun 770 SM sampai dengan tahun 221 SM. Tahun permulaan Zhou Barat tetap masih dalam perdebatan, antara – tahun 1122 SM, tahun 1027 SM atau tahun lain dalam ratusan tahun dari akhir abad ke-12 SM. Pada umumnya, sejarawan Cina menetapkan tahun 841 SM sebagai tahun awal mula dari tahun pemerintahan Dinasti Zhou dalam sejarah Cina.
Dan berdasarkan sejarahwan Cina terkenal, Sima Qian di dalam karya tulisnya Catatan Sejarah Agung, Zhou Timur dibagi lagi dalam dua zaman yaitu Zaman Musim Semi dan Gugur dan Zaman Negara-negara Berperang.
Dinasti Zhou didirikan oleh keluarga Ji (姬) beribukota di Hao (鎬, sekarang di sekitarXi'an), meneruskan corak budaya dan bahasa dari dinasti sebelumnya, ekspansi Zhou pada awalnya adalah melalui penaklukan. Secara berangsur-angsur Zhou memperluas budaya Shang sampai ke wilayah utara Sungai Panjang.
Pada awalnya keluarga Ji mengendalikan negara Zhou secara terpusat. Pada tahun 771 SM, setelah Raja You (周幽王) menggantikan ratunya dengan Selir Baosi, ibukota diserang oleh kekuatan gabungan dari ayah ratu, pangeran Shen yang bersekutu dengan suku-suku asing. Kemudian, putra sang ratu, Ji Yijiu (姬宜臼) dinaikkan menduduki tahta sebagai raja baru oleh para bangsawan dari negara Zheng, Lü, Qin dan pangeran Shen. Ibukota negara kemudian terpaksa dipindahkan ke sebelah timur di tahun 722 SM, tepatnya ke Luoyang di propinsi Henan sekarang.
Oleh karena pemindahan ibukota ini, para sejarahwan kemudian membagi Dinasti Zhou menjadi Dinasti Zhou Barat (西周) dari akhir abad ke-10 SM sampai dengan tahun 771 SM, serta Dinasti Zhou Timur (東周) dari tahun 770 SM sampai dengan tahun 221 SM. Tahun permulaan Zhou Barat tetap masih dalam perdebatan, antara – tahun 1122 SM, tahun 1027 SM atau tahun lain dalam ratusan tahun dari akhir abad ke-12 SM. Pada umumnya, sejarawan Cina menetapkan tahun 841 SM sebagai tahun awal mula dari tahun pemerintahan Dinasti Zhou dalam sejarah Cina.
Dan berdasarkan sejarahwan Cina terkenal, Sima Qian di dalam karya tulisnya Catatan Sejarah Agung, Zhou Timur dibagi lagi dalam dua zaman yaitu Zaman Musim Semi dan Gugur dan Zaman Negara-negara Berperang.
Dinasti Han
Dinasti Han (Hanzi: 漢朝, hanyu pinyin: Han Chao) (206 SM - 220) adalah satu dari tiga dinasti yang paling berpengaruh di Cina sepanjang sejarahnya. Dinasti ini adalah yang meletakkan dasar-dasar nasionalitas Cina mewarisi penyatuan Cina dari dinasti sebelumnya, Dinasti Qin. Dinasti Han sendiri didirikan oleh Liu Bang, seorang petani yang memenangkan perang saudara dengan saingannya, Xiang Yu. Dinasti Han merupakan salah satu dinasti terkuat di Cina, dan karena pengaruhnya yang besar, etnis-etnis mayoritas di Cina sekarang ini menyebut mereka orang Han (biarpun mungkin nenek moyang mereka bukan dari etnis Han).
Daftar Pustaka;
T’ung-tsu Ch’ii, Han Social Structure. Seattle:University of Washington Press, 1967.
Artikel : State anad Society
“Sejarah Permulaan Cina”, http:/www.Asiamaya.com/ (dl:2 Maret 2008), 1hlm
“China Zaman Silam”, http:/media.cla.auburn.edu/history/gs/descriptions/ 7400.htm. (dl: 2 Maret 2008). 1 hlm
Kamis, 26 April 2012
Minggu, 22 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)










